Sulap Bambu Jadi Barang Bernilai Bisnis Tinggi (1)

bambu
bambu

Bila ada peribahasa mengatakan, tak ada rotan, akar pun jadi, maka untuk kasus ini yang tepat adalah, tak ada rotan, bambu pun jadi. Bila kamu kreatif, kamu bisa membuka bisnis dari barang apa saja, termasuk bambu.

Setidaknya, Adang Muhidin (44) berhasil membuktikannya. Ia tak pernah menyangka, berawal dari ide sederhana yang ia miliki untuk mengolah bambu menjadi alat musik modern, membuatnya mendapat durian runtuh.

Bermodal bambu, Adang menjadi pengusaha kerajinan berbasis bambu yang banyak diminati warga negara asing selama beberapa tahun terakhir. "Ide ini muncul karena saya bangkrut pada 2011," kata pria asal Cimahi, Jawa Barat itu kepada Kompas.

Sebelum menjadi pengusaha, Adang adalah kontraktor dan pemilik beberapa bengkel. Namun, satu per satu usaha tersebut tidak berkembang dan terpaksa gulung tikar. Suatu waktu, Adang termenung memikirkan nasibnya selepas bangkrut.

Tak sengaja, ia melihat banyak bambu di pinggir jalan, kemudian timbul ide mengubahnya menjadi barang unik dan berbeda. "Kalau kursi sudah biasa. Saya ingat pernah nonton konser Addie MS di TV, biolanya sering disorot. Ya sudah, saya coba bikin biola dari bambu," kata Adang.

Menurut Adang, proses pembuatan biola dari bambu memakan waktu cukup lama, mulai dari riset sampai percobaan beberapa kali. Selama proses itu, Adang mengaku juga mengalami kegagalan hingga akhirnya berhasil membuat biola.

Tepatnya pada 2014, Adang berhasil membuat biola pertamanya. Tak disangka, seorang asal Jepang ternyata menyukai biola tersebut ketika mengunjungi acara komunitas pecinta bambu. Awalnya, Adang juga tak menyangka biola tersebut bisa dijual.

Hingga akhirnya orang Jepang tersebut menanyakan langsung ke Adang, dengan kondisi kala itu dia belum siap mematok harga biolanya.

"Saya bilang saja Rp3 juta, spontan memberi harga. Setelah terjual, saya mulai percaya diri, lalu bikin alat musik yang lain seperti gitar, bas, drum set, saksofon, kecapi, dan cello," kata Adang.

Selama proses pembuatan alat musik dengan nama merek Viragiawe, Adang sangat mengandalkan informasi dari internet. Dari internet, Adang tahu bahwa belum ada yang membuat alat musik dari bambu seperti yang ia tekuni.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui kisah Adang selanjutnya.

MORE FROM MY SITE