Sulap Bambu Jadi Barang Bernilai Bisnis Tinggi (2)

bambu
bambu

Adang ingat, Rp100 ribu adalah modal awal ia merintis bisnis ini. Uang tersebut ia pakai untuk membeli bor seharga Rp52 ribu dan beberapa perlengkapan lain seperti lem dan senar. "Kalau bambu gratis, tinggal ambil di pinggir jalan. Bambu gelondongan yang belum ada nilainya, tapi kalau sudah jadi alat musik seperti ini, sudah beda," kata dia.

Sejalan perkembangan usaha, Adang bersama beberapa temannya turut merintis komunitas bernama Indonesia Bamboo Comunity (IBC) sebagai wadah untuk memperkenalkan aneka produk bambu. Bisnis alat musik jadi salah satu unit usaha yang menopang kegiatan komunitas tersebut.

Untuk pemasaran produk, Adang aktif menggunakan Facebook. Dari cara ini, Adang banyak mendapat konsumen dari luar negeri. "Pada 2015, bersama teman-teman, saya mulai diundang ke luar negeri untuk pameran, dari Malaysia, Singapura, Taiwan, Belanda, hingga Jerman nanti November," katanya.

Sekali pergi pameran ke luar negeri, Adang bilang, timnya bisa mengantongi penjualan setidaknya Rp100 juta. Bahkan, ia mengaku, pernah mendapat Rp300 juta sekali pameran. Sementara dari jualan via online, rata-rata pendapatan bulanan mencapai Rp100 juta.

Sebagian hasil keuntungan dipakai Adang untuk membangun komunitas, termasuk memberi pelatihan kerajinan tangan pada masyarakat yang tak mampu di sekitar tempatnya. "Jadi saya sebutnya bukan pegawai, tetapi anggota komunitas. Totalnya ada 500 orang, di Cimahi ada 50 orang," tutur Adang.

Adang meyakini, jika orang berani kreatif dan membuat hal yang berbeda, pasti akan mendapat apresiasi setimpal. Dia turut mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah selalu berinovasi serta memanfaatkan teknologi untuk membuat karya yang baik.

Dia juga mengingatkan agar jangan terlalu berharap kepada pemerintah. Cara itu sudah dibuktikan oleh Adang yang tidak pernah minta bantuan pemerintah sampai usahanya bisa berkembang seperti saat ini.

"Saya yakin, banyak orang Indonesia yang hebat. Semuanya hebat, kerajinan tangannya hebat, cuma mungkin belum berani muncul saja," pungkas Adang.

MORE FROM MY SITE