Tips Cerdas Bisnis Homestay untuk Milenial

Ilustrasi homestay
Ilustrasi homestay

Yoseph Wicaksono tersenyum bangga menempati sebuah rumah di bilangan Serpong, Tangerang Selatan. Rumah yang baru dibeli lewat KPR BCA itu ia dapatkan dari jerih payah sendiri.

Ia sempat tak menyangka bisa seperti sekarang. Semua itu tak terlepas berkat bisnis homestay-nya yang berjalan lancar dan mendatangkan keuntungan besar.

Ya, sebelum bisa beli rumah, Yoseph hanya tinggal di rumah kontrakan. Ia sebenarnya punya dua rumah di kampungnya di Yogyakarta. Namun karena bekerja di Jakarta, rumah tersebut tak ditempati. Ia pun memutuskan untuk menyulap rumahnya menjadi penginapan.

Tak disangka, hasil dari bisnis penginapannya ternyata bisa melebihi cicilan KPR rumahnya di Serpong. Malahan juga bisa menutupi kebutuhan seperti listrik dan biaya operasional lainnya.

"Masih ada lebihnya. Kami tabung untuk membeli lahan tambahan di Jogja. Rencananya kami memang mau tambah homestay," ujarnya.

Upaya Yoseph ini tak terlepas dari pengaruh Pakdenya yang sudah lebih dulu menjalani bisnis homestay. Menurutnya, seiring berkembangnya pariwisata di selatan Jogja, banyak masyarakat yang menyulap rumahnya menjadi penginapan.

"Tamu yang menginap tidak cuma dari lokal. Banyak juga yang dari luar negeri. Mereka tertarik mencari homestay yang letaknya di dekat sawah," sambung Yoseph.

Meski terbilang laris, Yoseph menolak disebut pengusaha sukses. Ia mengaku masih amatir dalam urusan bisnis penginapan. Kalaupun ada tips yang bisa dibagikan, ia berpesan agar membuat penginapan yang benar-benar sarat akan nilai budaya lokal.

"Tonjolkan kearifan lokal di media promosi. Saya pun hanya menggunakan media sosial dan memasukkannya ke portal penginapan online lokal, kok," imbuh pecinta sepeda ontel ini.

Selain itu, ia juga berpesan agar menampilkan nomor telepon untuk memudahkan orang bertanya tentang homestay. Tanggapi semua komentar dan saran dari pengunjung. Pada dasarnya, kata dia, orang menginginkan informasi sedetail-detailnya.

"Bisnis penginapan itu jangan cuma menyewakan rumah saja. Jadilah travel guide, bantu tamu mendapatkan informasi detail soal pariwisata sekitar. Bantu mereka mendapatkan kendaraan. Malah kalau perlu sewakan juga kendaraan sekalian," sambungnya.

"Rumah di Jogja itu juga hasil warisan. Saya minta izin ke keluarga untuk dijadikan penginapan. Sesekali bisa juga saya gunakan sendiri kalau mau berlibur atau pulang kampung," tutupnya.

Nah, bagaimana menurutmu? Bila tertarik, yuk wujudkan mimpimu dengan Kredit Modal Kerja BCA. Kamu juga bisa memilih program Personal Loan BCA yang siap membantumu memberikan solusi. Klik tautan ini untuk informasi lebih detail mengenai solusi bisnismu ya.