Tips Transaksi Aman untuk Importir

Infografik
Infografik

Bicara soal potensi pasar Indonesia memang tidak ada habisnya ya. Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak, potensi pasarnya benar-benar menggiurkan.

Tak cuma itu, jumlah masyarakat usia produktif juga sedang tinggi-tingginya. Malahan kalau mengutip data dari Boston Consulting Group, di 2020 saja, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia diprediksi mencapai 141 juta jiwa yang berarti separuh lebih dari jumlah penduduk. Dahsyat, kan?

Itulah kenapa kamu harus memanfaatkan peluang ini. Salah satunya dengan menjadi importir. “Bisnis impor atau sebagai importir sangat menarik, karena jumlah masyarakat kita mencapai 250 juta jiwa lebih,” kata Hamdani, Ketua Umum Lembaga Sertifikasi Kompetensi Ekspor Impor.

Namun ada potensi ada risiko. Di mana ada uang, modus kejahatan seakan mengikuti. Kamu harus aware pada hal ini.

Modus kejahatan untuk importir ada banyak. Salah satunya mengancam saat melakukan transaksi. Maka dari itu, gunakanlah jasa pengiriman uang yang memang sudah terjamin keamanannya.

Misalnya di BCA Remittance. Sedari lama, BCA Remittance sudah jadi andalan untuk mengirim dan menerima uang dalam bentuk valuta asing (valas) dari dan ke luar negeri. Selain keamanannya terjaga, kepraktisannya sangat membantumu di tengah kesibukan.

Malahan BCA Remittance melayani pengiriman dan penerimaan uang dalam 14 mata uang berbeda dengan kurs terbaik. Mau tau lebih lengkap? Klik tautan ini ya.

Simak juga infografik berikut untuk panduan transaksinya.