4 Kesalahan Keuangan yang Baru Terasa Menjelang Pensiun

Kesalahan-kesalahan keuangan yang baru terasa menjelang pensiun.
Kesalahan-kesalahan keuangan yang baru terasa menjelang pensiun.

Ada dua hal yang paling terasa menjelang pensiun. Pertama perasaan tenang karena sudah mempersiapkannya dengan baik. Kedua, perasaan deg-degan karena tidak adanya perencanaan.

Perasaan yang pertama tentu diidamkan banyak orang. Menikmati masa tua dengan kebebasan finansial adalah salah satunya. Termasuk melihat anak mencapai pendidikan tinggi, menikmati masa tua tanpa bekerja keras, berliburan dan beribadah bersama anak cucu, dan lain-lain.

Sedangkan perasaan yang kedua, tentu ingin dihindari banyak orang. Sayangnya, tidak sedikit yang berada dalam kondisi deg-degan seperti ini.

Misalnya masih terlibat utang, sakit-sakitan, tidak punya uang, dan lain-lain. Kebanyakan akhirnya menyesal karena tidak membuat perencanaan matang saat muda.

Nah, agar penyesalan tidak terjadi, apalagi fakta bahwa waktu tidak bisa diputar kembali, yuk ambil pelajaran dari para senior yang mengalami kondisi seperti nomor dua.

Berikut 4 Kesalahan Keuangan yang Baru Terasa Menjelang Pensiun:

1. Tidak Mengalokasikan Dana Pensiun

Untuk karyawan, mungkin “agak diuntungkan” dengan adanya potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan hari tua. Dana yang dipotong setiap kali gajian ini tujuannya memang untuk menjamin kita di masa tua.

Tapi kesalahan yang sering terjadi adalah kamu hanya berharap dari jaminan hari tua tersebut. Sebaiknya, kamu tetap mengumpulkan dana pensiun sendiri sehingga dananya semakin banyak dan dapat digunakan untuk tambahan kebutuhan.

Ingat, ada inflasi yang akan mengurangi nilai uangmu. Bisa jadi, jumlah jaminan hari tua yang terkumpul tak bernilai tinggi saat kamu pensiun.

Sebaliknya, jika kamu mengumpulkan dana pensiun sejak dini dan menginvestasikannya, jumlahnya akan berkembang mengikuti laju inflasi. Terlebih bila kamu bukan seorang karyawan.

2. Hanya Menabung bukan Berinvestasi

Seperti dibahas di atas, investasi adalah salah satu strategi paling jitu agar harta yang kita miliki tidak menyusut termakan usia. Pilihan investasi sebenarnya ada banyak. Kamu bisa coba emas, tanah, atau properti yang nilainya akan naik saat kamu tua.

Bisa juga saham yang memang ditujukan untuk investasi jangka panjang seperti persiapan hari tua. Jadi kesalahan keuangan saat muda adalah tidak belajar investasi.

3. Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan

Khusus karyawan, mengandalkan satu sumber pendapatan sangat berisiko. Sebab karyawan senior, umumnya berisiko terkena PHK atau efisiensi perusahaan lainnya. Jadi alangkah baiknya jika kamu punya penghasilan lain selain gaji.

Misalnya bisa dari bisnis kecil-kecilan, penghasilan pasif seperti rumah yang disewakan, atau pendapatan dari investasi.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.