5 Ekspektasi vs Realita Setelah Lulus Kuliah

Ekspektasi kerap berlawanan dengan realita.
Ekspektasi kerap berlawanan dengan realita.

Cerita ekspektasi tidak sesuai realita bukan hal baru. Justru hal ini bisa jadi masukan buat kamu agar membuat perencanaan yang baik. Apalagi kalau kamu baru lulus kuliah.

Sebab sebuah penelitian di London mengungkapkan lebih dari separuh responden mengaku perjalanan awal selepas lulus kuliah tidak sesuai harapan. Beberapa merasa salah ambil jurusan, salah pilih pekerjaan, hingga salah menerapkan strategi keuangan.

Nah, agar kamu makin siap menghadapi babak baru kehidupan setelah lulus, berikut realita-realita dalam hidup yang harus kamu siapkan menurut Business Insider.

1. Mencari Pekerjaan

Ekspektasimu mungkin membuat CV itu mudah. Realitanya, tidak semua HRD menyukai buatanmu. Bekali dirimu dengan pengetahuan akan CV yang menarik. Sebaiknya gunakan CV yang berbeda untuk tiap perusahaan yang kamu lamar. Sebab selera HRD tidak semuanya sama.

Begitu pula halnya dengan wawancara. Cari tahu profil orang yang akan mewawancaraimu. Manfaatkan situs LinkedIn, media sosial, dan sumber informasi lainnya.

2. Gaji

Memilih pekerjaan yang memberikan gaji sesuai ekspektasi itu sulit. Penting kamu ketahui bahwa terkadang kita perlu mengutamakan pengalaman dibandingkan ekspektasi, termasuk soal gaji, lokasi kantor, dan lain-lain.

Apabila kamu mendapatkan pekerjaan sesuai ekspektasi, maka bersyukurlah. Tetapi, untuk yang belum, sadarilah bahwa kamu tidak sendiri. Masih banyak di luar sana para lulusan baru atau bahkan karyawan lama sekalipun yang masih menjalani pekerjaan yang tidak sesuai minat dan bakat mereka.

3. Waktu

Mungkin kamu berpikir, bekerja lima hari sepekan dan dua hari istirahat cukup menyenangkan. Realitanya, ponsel dan emailmu bisa jadi akan tetap aktif saat akhir pekan. Bahkan di jam tidur, bisa saja laptopmu masih menyala. Pahitnya lagi, tidak sedikit yang terpaksa bekerja di tanggal merah. Jadi bersiaplah.

4. Bisa Hidup Mandiri

Ekspektasimu, kamu bisa membiayai kehidupan sendiri setelah lulus. Realitanya, tidak sedikit yang masih bergantung pada orangtua. Dilansir Experience Investigator, satu hal yang perlu kamu lakukan adalah mencari cara bagaimana mewujudkan ekspektasi itu. Jadi, jangan hanya niat, tapi terapkan strategi hidup mandiri dengan komitmen. Caranya, tentu saja dengan perencanaan.

5. Menabung

Ekspektasimu bisa menabung dari gaji yang didapatkan. Realitanya, banyak yang terjebak dalam gaya hidup boros.

Penelitian mengungkapkan 69 persen first jobber gagal menabung. Kebanyakan terjebak pada kebiasaan impulse buying dan pemikiran bahwa: “Hidup ini hanya sekali. Jadi nikmati dulu gaji, menabung bisa nanti-nanti.”

Kamu harus tahu, penelitian lain mengungkap 92 persen generasi milenial menyesal tidak mulai menabung sejak muda. Hampir semua mengeluh tidak bisa menabung karena uangnya habis untuk kebutuhan cicilan rumah, kendaraan, hingga kebutuhan anak.

Maka dari itu, solusinya adalah menabung sejak muda. Seorang perencana keuangan Arizona Charles C. Scott mengatakan zaman sekarang, segalanya sudah dimudahkan oleh perbankan.

Kamu bisa membuka rekening terpisah yang membuatmu disiplin menabung. Menggunakan satu rekening bank terpisah untuk digunakan selama satu bulan akan membuat kamu lebih mudah mengontrol pengeluaran.

Jika uang di dalam tabungan sudah habis, itu berarti waktunya bagi kamu untuk berhenti membuat pengeluaran. Berusahalah untuk membedakan rekening bank untuk pengeluaran dan rekening bank untuk tabungan. Dengan begitu, ekspektasimu soal tabungan bisa terwujud.

Itulah tadi, 5 ekspektasi dan realita yang bakal kamu rasakan selepas lulus kuliah. Bagaimana menurutmu? Sudah siap menghadapi babak kehidupan yang sesungguhnya?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.