6 Pos Keuangan yang Harus Ada Bujetnya

Sekelompok pemuda yang belum bisa mengatur uangnya.
Sekelompok pemuda yang belum bisa mengatur uangnya.

Pernahkah kamu merasakan kalau gaji yang kita dapatkan susah payah habis begitu saja? Lalu sadarkah kamu ke mana saja uang kamu pergi?

Terkadang kita tidak sadar pada setiap pengeluaran yang terjadi. Kalaupun sadar kita hanya merasa:

“Ah cuma pengeluaran kecil saja kok.”

Padahal meski setiap transaksinya kecil, namun kalau intensitasnya tinggi ya saldomu akan habis-habis juga. Ujung-ujungnya klasik, kita akan berkata:

“Uang kok habis ya? Perasaan enggak banyak yang dibeli.”

Jika kamu merasa, pernah, atau bahkan sering mengalami hal tersebut, maka keuangan kamu dalam bahaya. Sebab apabila dibiarkan, kebiasaan kecil itu akan menjadi masalah besar yang sulit dihilangkan.

Namun sulit bukan berarti tidak bisa. Semua bisa kamu perbaiki. Kuncinya adalah niat untuk memperbaiki diri dulu.

Yang perlu kamu tahu, biasanya pengeluaran yang tidak disadari itu digunakan untuk membayar atau membeli barang dan jasa yang sifatnya sekunder. Nah, barang sekunder ini mungkin memang penting, tetapi tidak mendesak. Artinya ada cara bagaimana memenuhinya tanpa membuat kita konsumtif atau boros.

Cara berikutnya adalah dengan disiplin membagi uang ke pos-pos yang memang harus ada bujetnya. Pastikan kamu melakukannya saat gajian.

Hal ini agar uang kamu tidak lari ke mana-mana tanpa tujuan yang jelas. Selain itu, distribusi gaji ke pos-pos sejak awal mempersempit peluang kamu untuk konsumtif atau boros.

Nah sekarang, pos-pos apa saja yang perlu kamu isi? Simak yuk pos-pos keuangan yang harus ada bujetnya berikut ini.

Spending

Pos ini berisi kebutuhan dan kewajiban yang memang rutin kamu gunakan per bulannya. Masukkan tagihan listrik, air, pulsa internet, dan makan di sini. Sewajarnya, jumlah uang di pos ini lebih besar dari pos lainnya.

Protection

Belajar dari masa pandemi seperti sekarang membuat kamu harus punya jaminan perlindungan. Daftarkan kamu dan keluarga untuk ikut asuransi. Kamu bisa memilih AIA BCA yang punya produk proteksi jiwa dan kesehatan untuk diri maupun keluarga yang terdiagnosa positif COVID-19.

Produk beli 1 dapat 4 ini berupa santunan tunai per hari untuk rawat inap selama maksimal 25 hari dan asuransi kecelakaan diri per individu apabila tutup usia karena kecelakaan.

Klik di sini untuk Produk Beli 1 Dapat 4 di AIA BCA

Investing

Jika bicara jangka panjang, maka investasi jelas jadi pos paling wajib diisi. Sebab hanya dengan investasi simpanan kamu tidak akan berkurang nilainya. Lagipula investasi sekarang sudah jauh lebih mudah dan murah. Tinggal unduh aplikasi Welma, kamu dapat investasi lewat HP. Bisa investati hanya Rp100 ribu pula.

Klik di sini untuk Welma.

Saving

Untuk jangka yang lebih pendek, tabungan jelas tak boleh dilupakan. Pisahkan rekening kebutuhan kamu dengan rekening tabungan. Buka Tahapan Berjangka agar komitmen menabung tidak terganggu godaan. Dengan sistem autodebet, kamu enggak perlu repot-repot memasukkan tabungan.

Tahapan Berjangka di BCA dapat diatur sefleksibel mungkin. Mulai dari jangka waktunya, besar kecilnya (minimal Rp500 ribu), dan lain-lain. Info soal Tahapan Berjangka klik di sini.

Giving

Pos ini mungkin antara wajib dan tidak wajib. Namun banyak orang percaya bahwa bersedekah dapat memberikan beribu manfaat baik bagi kamu maupun orang yang menerimanya. Kebahagiaan ini tentu tak bernilai dan diyakini banyak orang akan menjadi sumber rezeki di kemudian hari.

Tax

Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak jelas tak boleh dilewatkan. Menghindari pajak sama saja melawan hukum dan ada denda di baliknya. Pajak ini ada macam-macam, bisa pajak dari penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan lain-lain.

Bayar pajak, misalnya pajak kendaraan bermotor sekarang tinggak ke ATM BCA kok. Asyik, kan?

Itu tadi 6 pos keuangan yang harus ada bujetnya. Dengan begitu, kamu enggak akan bertanya ke mana uangmu pergi lagi deh.