7 Kiat Atur Keuangan Jelang Ramadan

Kiat atur keuangan jelang Ramadan
Kiat atur keuangan jelang Ramadan

Tak terasa bulan Ramadan tinggal dua pekan lagi. Disadari atau tidak, biasanya akan ada pengeluaran-pengeluaran di luar rencana anggaran yang tak bisa dihindari. Maka dari itu, sangat penting untuk kamu menyusun siasat agar keuangan tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran nanti.

Menurut Perencana Keuangan Prita Ghozie yang dilansir dari pritaghozie.com, menyusun anggaran tak bisa dikesampingkan. Dari saran yang ia berikan, sekurangnya ada tujuh hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan.

1. Menyusun Anggaran Keuangan

Sudah menjadi hal yang umum bila menjelang Ramadan, harga bahan-bahan pokok akan naik. Demi menghindari pemborosan, menyusun alokasi anggaran keuangan sangat diperlukan. Caranya mudah. Kamu bisa menyusunnya dengan membuat pos-pos pengeluaran khusus.

Misalnya seperti pos pengeluaran rutin (telepon, listrik, iuran sampah dan keamanan, cicilan). Kemudian ada pos khusus Ramadan (zakat, infak, dan sedekah). Selain itu, jangan lupakan juga pos investasi dan pos dana darurat. Pos darurat ini hanya akan kamu gunakan untuk hal-hal yang sangat mendesak.

2. Menyiapkan Kebutuhan Ramadan dari Jauh Hari

Dengan naiknya harga bahan pokok, kamu bisa menyiasatinya dengan mencicil kebutuhan itu dari jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Kamu bisa menyusunnya dengan barang yang penting dulu di daftar kamu. Misalnya seperti bahan-bahan pokok yang bisa tahan lama dan sebagainya.

3. Kurangi Frekuensi Berbuka Puasa di Luar

Momen buka puasa di luar memang penting karena bisa menjaga silaturahmi kamu dengan relasi kerja, sahabat, dan keluarga. Namun terlalu sering juga akan membuat pengeluaranmu meningkat. Kamu bisa atur berapa kali kamu berbuka di restoran atau bisa juga mengadakannya di rumah.

4. Catatan Pengeluaran Harian

Inilah yang terkadang terlewatkan. Padahal catatan pengeluaran harian akan membantu kita mengontrol pengeluaran. Cobalah mematok batas pengeluaran harian kamu dan evaluasi agar pemborosan tidak terjadi berkali-kali.

5. Kebutuhan Dulu, Baru Keinginan

Banyaknya promosi dan diskon di berbagai pusat perbelanjaan terkadang mendorong hasrat untuk berbelanja. Hal ini kadang membuat kita lupa pada batasan yang sudah dibuat. Maka dari itu, yakinkan diri kamu untuk mendahulukan kebutuhan utama dulu.

6. Memisahkan Anggaran Khusus

Namun ada Ramadan ada tradisi. Mulai dari pakaian baru, kue Lebaran, angpao, zakat, sampai biaya mudik adalah hal-hal yang mewarnai Ramadan. Jika memang pengeluaran tambahan ini tak bisa dihindari, maka kamu baiknya memisahkan anggaran untuk ini. Jangan sampai melebihi pemasukan apalagi sampai berutang. Kamu bisa memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) untuk memenuhi pos ini.

7. Berkomitmen dengan Anggaran Keuangan

Setelah anggaran keuangan disusun, sekarang kamu tinggal membulatkan tekad untuk berkomitmen menjalaninya. Semua itu akan sia-sia bila kamu mengabaikan anggaran sehingga keuanganmu berpotensi tidak terkontrol.

Itu tadi beberapa tips menyiasati keuangan jelang Ramadan. Bagaimana dengan kamu? Sudahkah membuatnya? Masih ada waktu dua pekan sebelum Ramadan tiba.