Bayar Utang atau Menabung, Mana yang Harus Duluan?

Bayar utang atau menabung?
Bayar utang atau menabung?

Sejak kecil mungkin kita sudah diajarkan pentingnya menabung. Seiring bertambahnya usia, kita pun makin sadar bahwa apa yang diajarkan orangtua dulu memang benar.

Secara teori pun menabung memang penting. Uang yang kita kumpulkan dapat dipakai untuk mencapai tujuan di masa depan. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Makin banyak yang menyarankan untuk memiliki tabungan darurat.

Masalahnya, kenyataan sering berkata lain. Menabung kadang terasa tidak semudah seperti yang dikatakan. Dan jadi lebih sulit saat pandemi seperti sekarang.

Apalagi sekarang banyak yang kehilangan penghasilannya. Padahal pengeluaran rutin dan tagihan tetap harus dibayarkan. Belum lagi dengan cicilan-cicilan dan bila ada utang. Tapi apakah lantas kita boleh menunda menabung? Bagaimana dengan masa depan tadi?

Hal-hal seperti ini memang kadang membingungkan. Bayar utang dulu atau menabung dulu sudah menjadi masalah yang dialami banyak orang. Nah, kalau kamu sendiri pilih mana?

Memiliki tabungan di masa sulit seperti sekarang ini memang dapat memberikan ketenangan, karena uang tersebut dapat digunakan dalam kondisi mendesak. Tapi, jika kamu memiliki banyak utang, akan lebih masuk akal jika kamu melunasi atau mencicilnya terlebih dahulu.

Menurut Forbes, alasan kamu harus mendahulukan utang karena bunga dari pinjamanmu mungkin lebih besar dari bunga yang kamu dapatkan dari hasil menabung. Oleh karena itu, akan lebih masuk akal kamu melunasinya dulu.

Dalam pengelolaan utang juga jangan sampai salah strategi ya. Cara terbaik adalah mendahulukan pembayaran utang atau pinjaman yang bunganya paling besar.

Misalnya saat ini kamu memiliki tiga pinjaman A,B, dan C dengan rincian bunga masing-masing 5%, 3%, dan 2% per bulan. Maka yang harus kamu prioritaskan adalah pinjaman A dengan bunga terbesar. Setelah itu baru kamu fokus ke pinjaman B dan seterusnya.

Alihkan penghasilanmu semaksimal mungkin untuk membayar utang tersebut agar bunganya tidak mencekik dan membuat keuanganmu jadi tidak sehat. Tapi, jangan lupa untuk tetap menyisihkan sedikit penghasilanmu untuk kebutuhan sehari-hari ya, karena bagaimanapun kamu pun harus tetap bertahan hidup.

Ketika semua pinjaman atau utangmu lunas, barulah kamu fokus untuk menyiapkan tabungan atau dana darurat. Ada banyak cara untuk menyiapkannya.

Kamu dapat membuka rekening khusus untuk menyimpan dana darurat. Sekarang sudah jauh lebih enak, buka rekening baru tinggal dari HP.

Cara Buka Rekening Baru lewat HP.

Atau bisa juga dengan memanfaatkan program Tahapan Berjangka di BCA. Program ini sangat pas untuk menyiapkan dana darurat karena mengajarkan kita untuk #beranikomit untuk menabung. Dengan menggunakan sistem autodebet, kita jadi lebih disiplin saat menyetor tabungan.

Setorannya juga ringan, yakni Rp500 ribu saja. Artinya kalau dipecah 30 hari sebenarnya kita hanya menabung Rp17 ribu per hari. Menarik, kan? Yuk #BeraniKomit.

Info detail Tahapan Berjangka di sini.