Bukti Pendapatan Tak Menjamin Kekayaan

Banyak nih yang kaya dia.
Banyak nih yang kaya dia.

HR Manager sekaligus penulis buku Reinvention Roadmap: Break the Rules to Get the Job You Want and Career You Deserve, Liz Ryan, pernah mengatakan jangan menjadikan gaji sebagai patokan utama dalam memilih pekerjaan. Sebab menurutnya, pendapatan tak menjamin kekayaan seseorang.

Ia menulis jika kamu dihadapkan dua pilihan pekerjaan, pilihlah yang memberikan kamu kepastian masa depan, bukan yang menawarkan gaji yang besar. Kepastian masa depan tersebut bisa dalam bentuk apa saja, termasuk ilmu dan pengalaman bekerja yang membuatmu berkembang.

Nah, untuk menggambarkan saran dari Liz Ryan tersebut, kita pakai contoh yuk.

Ada dua pekerja bernama Sarah dan Megan (fiktif).

Sarah punya penghasilan Rp180 juta per tahun (Rp15 juta per bulan). Sedangkan Megan hanya Rp84 juta per tahun (Rp7 juta per bulan).

Dalam kesehariannya, Sarah tidak berinvestasi, tidak membuat perencanaan anggaran, dan tidak punya penghasilan sampingan. Ia cenderung hidup hedon bersama teman-temannya.

Sedangkan Megan, ia sudah berinvestasi meski hanya Rp1 juta per bulan. Ia juga mengatur anggarannya dengan metode favoritnya. Megan pun punya penghasilan sampingan walau hanya sekitar Rp2 jutaan untuk menambah pendapatannya.

Ya benar, bisa ditebak. Di akhir tahun, saldo Sarah jadi Rp0. Sedangkan Megan justru masih punya Rp36 juta dari hasil investasi dan tabungan penghasilan tambahannya.

Di sini kita bisa simpulkan bahwa Sarah dan Megan sebenarnya sama-sama kehabisan gaji setiap bulannya. Tapi Megan punya investasi dan tabungan yang membuatnya tetap memiliki uang di akhir tahun.

Yuk, lakukan pada kita sekarang. Kita lihat berapa yang kamu punya di akhir tahun nanti.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.