Butuh Pinjaman Bisnis? Perhatikan Dulu Hal Berikut

Keuangan Bisnis
Keuangan Bisnis

Di satu titik, bisnis sekecil apapun akan butuh pinjaman untuk membesarkan skala usaha. Tak semua pendanaan pada akhirnya bisa kamu penuhi sendiri. Saat itu, kamu tentu butuh pendanaan, salah satunya dari lembaga keuangan seperti bank.

Namun, ada baiknya, sebelum mengajukan pinjaman karena takut risiko atau terjebak utang, jawab dulu lima pertanyaan berikut.

Yakin butuh pinjaman dana untuk besarkan bisnis?

"Pertanyaan ini penting. Jangan pernah menjerumuskan diri pada utang bila memang bisnis tak butuh nilai tambah. Jangan juga menambah utang bila kamu tak yakin akan meningkatkan return investasi," saran perencana keuangan Jaren Hecht dikutip Inc.Asean.

Alasan mengajukan pinjaman?

Jaren juga menyarankan, sempatkan waktu menulis dan memperbarui rencana bisnis agar kamu punya gambaran jelas alasan mengajukan pinjaman. Demikian, bank juga akan menangkap gambaran tersebut sehingga mudah untuk memberi persetujuan pinjaman.

Tentukan pinjaman terbaik untuk bisnis

Pinjaman bank memiliki beberapa jenis dan kegunaan, tergantung jenis bank, status BI Checking dan lainnya. Lakukan perbandingan pada beberapa jenis pinjaman, bandingkan suku bunganya dan tentukan besaran pinjaman.

Manfaatkan kredit khusus

Bila usaha masih di skala UMKM dan belum pernah mendapat kredit sebelumnya, manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bunga KUR mendapat subsidi pemerintah sehingga lebih murah dibanding jenis kredit lain dari bank.

Bila usaha baik, kamu bisa meningkatkan status kredit. Perbankan mengkategorikan jenis kredit berdasarkan skala usaha seperti kredit mikro, UKM, menengah dan korporasi.

Seberapa cepat usaha butuh pendanaan

Proses pengajuan kredit tentu butuh waktu setidaknya tiga hingga lima hari kerja. Bila butuh lebih cepat, fasilitas pinjaman online dari peer-to-peer lending bisa menjadi solusi. Namun, waspadai besar bunga yang diberikan.

Apakah keuangan cukup stabil dan kuat?

Lakukan kembali evaluasi menyeluruh pada bisnis. Tujuannya untuk melihat apakah bisnis memang cukup kuat untuk mengajukan pinjaman dengan nominal yang sudah kamu tentukan.

BI Checking

Cek status kredit kamu di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila status kredit sudah berada di lampu kuning atau merah, kamu akan mendapat bunga lebih mahal untuk kompensasi risiko yang ditanggung lembaga keuangan.