Cara Hemat yang Salah tapi Banyak Dilakukan Orang

Menghemat juga harus dengan strategi yang tepat.
Menghemat juga harus dengan strategi yang tepat.

Banyak orang berusaha sehemat mungkin demi kelancaran keuangannya. Beberapa pos pengeluaran dirampingkan. Sejumlah kegiatan dikurangi. Bahkan sampai hal-hal yang harusnya penting juga malah dihilangkan. Pernahkah kamu, baik sengaja maupun tidak, melakukannya?

Berhemat tentu saja tidak salah. Apalagi bila kamu bisa menyisihkan pendapatan untuk menabung dan investasi. Namun, seperti dilansir dari Financially Minded Milllenial, menghemat tapi tidak dengan strategi yang tepat juga kurang baik. Tidak sedikit orang salah kaprah mengartikan hemat dan malah berujung pada uangnya habis.

Jadi di satu sisi terlihat menghemat, namun di sisi lain justru menjebak. Nah, berikut ada beberapa salah kaprah orang soal cara berhemat yang malah tidak menghasilkan apa-apa.

1. Terlalu mengandalkan diskon

Ada orang yang selalu antusias berbelanja saat ada diskon. Idenya memang agar berhemat. Namun sayangnya barang diskon kerap kali jadi jebakan klasik yang menyerang diam-diam.

Hal ini terjadi pada banyak orang. Belanja saat diskon justru bisa membuatmu kalap. Kamu bisa lupa pada daftar belanjaan yang sudah dibuat. Akibatnya, pengeluaran pun bertambah dan rencanamu berantakan.

2. Men-stock belanjaan

Salah? Tidak jika dengan strategi yang pas. Hanya saja faktanya orang juga kerap kali salah memperkirakan bahan apa saja yang benar-benar perlu dibeli dalam jumlah banyak.

Kamu pun perlu tahu kira-kira dalam sebulan itu akan sering masak atau tidak. Sebab jika kamu malah banyak menghabiskan waktu di luar, besar kemungkinan bahan belanjaanmu tak terpakai dan melewati masa segarnya.

3. Beli barang palsu

Barang palsu biasanya tidak memiliki kualitas sebaik barang asli. Akibatnya barang tidak awet dan cepat rusak. Kamu pun terpaksa beli lagi dan begitu seterusnya.

Padahal jika kamu membeli barang asli, kamu bisa menghemat karena tidak harus sering-sering beli barang palsu baru. Lagi pula sekarang sudah banyak brand lokal dengan harga murah namun tetap berkualitas. Jadi jangan asal murah saja.

4. Tidak liburan

Orang berpikiran liburan adalah kebutuhan konsumtif. Faktanya, mengabaikan liburan justru bisa meningkatkan kemungkinan kamu stres. Pada akhirnya mood bekerjamu terganggu lantaran dari segi mental pikiranmu kurang istirahat.

Liburan tidak semuanya mahal. Kamu bisa merencanakannya dengan teman-teman atau keluargamu. Ingat, stres berlebihan tidak baik bagi kesehatan.

5. Memilih tidak ke dokter

Nah ini juga salah. Ada yang berpikiran berobat ke dokter itu mahal, jadi cukup membeli obat warung agar hemat. Padahal terlambat mengetahui penyebab sakit terlalu berisiko dan bisa membuatmu menyesal. Jika ternyata penyakitmu berbahaya, biaya yang akan kamu keluarkan akan lebih besar.

Di sinilah pentingnya membuat pos darurat dalam anggaran bulananmu. Saat sakit datang, kamu bisa mengandalkan dana dari pos ini dan tidak mengganggu pos lain.

Dari kelimanya sebenarnya bisa membantumu untuk hemat, namun dengan cara dan pemikiran yang benar. Hanya saja melihat kebiasaan yang ada, cara hemat bisa berubah menjadi jebakan yang membuatmu menyesal.