Cara Mengatur Alokasi Keuangan di Bawah Sejuta

Alokasi keuangan di bawah sejuta
Alokasi keuangan di bawah sejuta

Pusing mengatur keuangan dengan gaji UMR? Mengapa harus pusing? Jangankan UMR, perencanaan alokasi keuangan bahkan bisa diterapkan untuk bujet di bawah sejuta.

Enggak yakin? Kita coba yuk.

Misalnya kamu sudah berkeluarga dan punya bayi yang masih menyusui. Lalu kamu dapat rezeki Rp950 ribu.

Kamu ingin uang segitu bisa dialokasikan untuk bayar tagihan, kebutuhan keluarga, bahkan bersedekah, dan punya dana darurat. Ini caranya.

Pertama pisahkan dulu antara kewajiban dan kebutuhan.

Kewajiban
Token listrik: Rp80.000
Kebutuhan anak (pampers): Rp100.000
Arisan: Rp100.000
Total: Rp280.000

Kebutuhan
Beras dan belanja kebutuhan makanan: Rp300.000
Belanja lain (perlengkapan cuci, mandi, gas): Rp250.000
Total: Rp550.000

Total kewajiban dan kebutuhan
Rp280.000 + Rp550.000 = 830.000.

Sisa
Rp950.000 - Rp830.000 = Rp120.000

Sedekah = Rp20.000
Dana cadangan = Rp50.000
Tabungan = Rp50.000

Nah, ternyata bisa, kan?

Perencanaan keuangan bukan soal berapa uang yang kamu punya, tapi soal bagaimana kita mengaturnya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan, kewajiban, dan memiliki dana darurat serta tabungan.

Yuk, coba buat alokasi keuanganmu sendiri.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.