Cara Mudah Membuat Evaluasi Keuangan di Akhir Bulan

Ilustrasi
Ilustrasi

Evaluasi keuangan menjadi tahap pertama dan terakhir dalam 5 tahap proses perencanaan keuangan. Lalu bagaimana cara membuat evaluasi keuangan yang mudah? Kita bahas yuk.

Seperti disebutkan tadi, umumnya ada 5 tahap proses perencanaan keuangan:

1. Mengevaluasi kondisi keuangan saat ini
2. Menyusun tujuan keuangan
3. Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya
4. Melaksanakan perencanaan keuangan
5. Merevisi dan menyempurnakan rencana keuangan dengan evaluasi secara periodik

Dari 5 tahap tersebut, kita bisa melihat bahwa evaluasi keuangan ternyata memegang peran penting dalam merencanakan keuangan. Jadi akan sangat baik bila kamu tahu cara membuatnya.

Nah, ada 3 hal yang perlu diperhatikan saat membuat evaluasi keuangan:

1. Melihat Anggaran Sebelumnya

Pertama, gunakan perencanaan anggaran di bulan sebelumnya. Jika kamu belum pernah melakukannya, maka awali dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran yang terjadi bulan lalu. Masukkan item pengeluaran di kelompok alokasi keuangan kamu.

2. Cek Realisasi Anggaran

Cek tiap item pengeluaran apakah melebihi anggaran atau tidak. Tandai dengan warna berbeda agar kamu tahu mana yang realisasinya surplus, mana yang minus.

3. Beri Keterangan Mengapa Surplus/Minus

Sertakan keterangan mengapa bisa terjadi surplus dan minus. Hal ini bisa jadi bahan evaluasi keuangan kamu ke depannya.

Agar mudah dibaca, buat dalam tabel sesuai gaya dan kebutuhan masing-masing. Tabel di bawah adalah contoh evaluasi keuangan yang mudah.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa realisasi keuangan kamu minus Rp275.000. Selanjutnya kamu tinggal melakukan investigasi apakah minus tersebut memang benar-benar karena penggunaan yang berlebihan atau jangan-jangan karena anggaran yang kamu tetapkan sebenarnya kurang.

Misalnya listrik. Selama ini, tagihan listrik kamu biasanya sekitar Rp600 ribu. Kemudian bulan lalu tembus Rp700 ribu, maka kemungkinan hal itu terjadi memang karena penggunaan yang berlebihan.

Berbeda dengan internet. Misalnya kamu menganggarkan Rp250 ribu, namun pada kenyataannya, kamu selalu kehabisan kuota di pertengahan bulan sehingga butuh membeli kuota lagi Rp100 ribu. Artinya, anggaran yang kamu buat untuk internet harus dievaluasi bulan depan dari Rp250 ribu menjadi Rp350 ribu.

Evaluasi keuangan di atas tentu hanya sebagai contoh saja. Kamu bisa membuatnya dengan gaya dan kebutuhan masing-masing.

Intinya, evaluasi keuangan jelas mempunyai peran yang sangat penting. Dengan evaluasi, kamu jadi tahu mana saja yang perlu diperbaiki dalam anggaran keuangan selanjutnya. Sebaliknya, tanpa tahu mana yang perlu perbaikan, maka kamu akan sulit mencapai tujuan keuangan.

Yuk terapkan sekarang.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.