Catat! Ini 5 Penyebab Aplikasi KPR Kamu Ditolak Bank

Penyebab aplikasi KPR ditolak bank
Penyebab aplikasi KPR ditolak bank

Harga properti yang terus melangit menjadi kendala anak-anak muda dalam membeli tempat tinggal. Padahal, untuk membantu dalam hal kepemilikan rumah, kamu para generasi muda bisa mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk menghadapi tingginya harga rumah.

Namun, pihak bank tentu tak sembarangan dalam menyetujui pengajuan aplikasi KPR yang diajukan untuk meminimalisasi terjadinya kredit macet di kemudian hari. Daripada pengajuan KPR kamu ditolak, lebih baik kamu tahu lebih dulu beberapa alasan yang membuat bank enggak bisa menyetujui aplikasi KPR yang kamu ajukan.

Penghasilan tidak cukup

Pada saat mengisi formulir pengajuan KPR, kamu harus menginformasikan jumlah pendapatan yang kamu peroleh setiap bulan. Bank akan mengkaji dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran data tersebut.

Tiap bank punya perhitungan tersendiri soal “batas aman” bagi peminjam. Umumnya, cicilan yang aman berada di kisaran 30 persen dari total penghasilan bulanan. Sebelum mengajukan KPR, coba kamu lakukan hitung-hitungan. Apakah cicilan tiap bulannya melebihi 30 persen pendapatan bulanan? Kalau lebih, kemungkinan aplikasimu bisa ditolak.

Terlalu banyak berutang

Cicilan rumahmu mungkin hanya 10 persen dari pendapatan bulanan, tapi kok masih ditolak? Bisa jadi karena kamu terlalu banyak berutang. Mungkin masih ada cicilan ponsel, cicilan kendaraan, dan sebagainya.

Bisa juga karena kamu serampangan dalam menggunakan kartu kredit. Misalnya, pembayaran selalu ada di batas mimimal, atau pemakaian yang selalu mendekati limit.

Bank juga takkan ragu menolak aplikasi KPR jika kamu terjerat “setan kredit”; nyaris seluruh pendapatanmu digunakan untuk membayar pinjaman, sehingga pada akhirnya kamu meminjam lagi. Istilah lainnya adalah “gali lubang, tutup lubang”.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya kamu mengetahui debt ratio (rasio utang), perbandingan antara total pendapatan dengan total pengeluaran yang digunakan untuk membayar pinjaman.

Dengan mengetahui rasio utang, bank bisa menilai kelayakan si peminjam (debitor) untuk mengambil utang baru. Sekali lagi, angka 30 persen bisa jadi patokan kelayakanmu dalam mengambil pinjaman KPR.

Masuk daftar hitam BI

Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu cek dulu histori kreditmu di Bank Indonesia (BI). Lembaga peminjam uang, seperti bank biasanya akan melacak jejak kredit yang pernah kamu gunakan, juga komitmenmu dalam membayarnya.

Jika kamu sering telat bayar, apalagi sampai menunggak dan mengalami kredit macet, namamu akan tercatat dalam daftar hitam (blacklist) BI. Ini adalah alasan terkuat pihak peminjam dalam menolak pengajuan kredit.

Bank pasti takkan ragu menolak pengajuan KPR dari nasabah yang masuk daftar hitam BI. Jika bank menyetujui aplikasi KPR para penghuni daftar hitam, itu sama saja dengan mencari masalah baru dan berpotensi tinggi menambah jumlah kredit macet.

Kelayakan rumah yang ingin dibeli

Sebelum mengabulkan KPR nasabah, bank akan melakukan evaluasi terhadap rumah yang akan dicicil. Sebab, rumah adalah jaminan bagi bank jika suatu saat si peminjam tak mampu menyelesaikan cicilannya.

Setiap bank punya kebijakan tersendiri mengenai kelayakan rumah yang akan dicicil. Misalnya, lokasi, adanya sengketa, kemungkinan banjir/bencana, dan sebagainya. Penting bagi kamu untuk memastikan kondisi rumah memang layak untuk diajukan, sebab ini juga demi kepentinganmu sendiri.

Masalah sepele berujung penolakan

Beberapa alasan di atas merupakan faktor utama pengajuan kredit KPR ditolak, tapi ada juga beberapa faktor relatif kecil yang bisa membuat bank melakukan penolakan. Justru karena dianggap sepele, faktor-faktor ini kerap diabaikan pengajuan KPR.

Misalnya, dokumen yang tidak lengkap/tidak sesuai, pengajuan tidak bisa dihubungi/diverifikasi, tempat kerja dan keluarga dekat tidak bisa dihubungi, alamat kantor/usaha tidak jelas sehingga bank kesulitan melakukan verifikasi, dan berbagai hal lainnya yang tidak memenuhi syarat.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu benar-benar membaca dan mengikuti syarat yang diwajibkan bank penyedia KPR dengan teliti.

Jika kamu tidak memiliki masalah-masalah di atas, artinya kamu sudah pantas memiliki rumah impian. Apalagi saat ini sudah tersedia fasilitas KPR dengan ragam penawaran penarik dan suku bunga yang relatif ringan dan skema cicilan yang cocok untuk generasi muda, seperti yang ditawarkan oleh KPR BCA.

Bulan ini, dalam rangka ulang tahun ke-63 BCA, KPR BCA bakal ngasih kamu suku bunga spesial buat kalian yang mengajukan aplikasi KPR selama BCA Expo pada 21-23 Februari 2020. Seberapa spesial? Ada suku bunga 4,63% eff.p.a. menanti kamu yang mau beli rumah baru atau second. Yang paling penting, promo ini enggak mengharuskan kamu mengendapkan sejumlah dana. Supaya tidak makin penasaran, langsung aja klik tautan ini untuk informasi selanjutnya.