Catat! Ini Komponen Biaya Tambahan saat Mengajukan KPR

Ilustrasi biaya tambahan saat mengajukan KPR
Ilustrasi biaya tambahan saat mengajukan KPR

Buat kamu yang sedang merencanakan pengajuan KPR, tentu sudah tahu kalau ada down payment (DP) alias uang muka yang harus disiapkan. Biasanya, jumlah DP yang harus kamu bayarkan adalah 10-30% dari harga rumah. Tapi selain DP, ada beberapa biaya tambahan yang juga harus kamu siapkan dengan baik. Apa saja? Simak baik-baik penjelasannya ya.

1. Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada kamu sebagai kreditur. Biasanya, biaya provisi berkisar 1% dari total pinjaman KPR yang disetujui oleh bank. Biaya provisi juga bisa disebut biaya administrasi bank, yang akan dibayarkan sekali saja di awal pengajuan KPR.

2. Biaya Asuransi Jiwa dan Kerugian

Saat mengajukan KPR, kamu bakal diwajibkan buat membeli asuransi jiwa dan kerugian. Langkah ini merupakan mitigasi risiko alias pencarian jalan keluar jika terjadi risiko, yang dilakukan oleh bank. Kalau terjadi sesuatu yang buruk selama masa kredit, maka bank akan membantu kamu atau ahli waris kamu untuk meringankan beban utang KPR.

Jumlah premi asuransi jiwa dan kerugian ini tergantung pada usia, jangka waktu pinjaman, dan besar pinjaman kamu saat mengajukan KPR. Semakin tua usia kamu atau semakin lama jangka waktu pinjaman kamu, biaya asuransi yang harus dibayarkan juga akan semakin besar. Biaya asuransi ini dibayar hanya satu kali ketika kamu melakukan akad kredit.

3. Biaya Notaris

Waktu bertransaksi, kamu akan dibantu oleh notaris yang membuat akta. Notaris ini biasanya ditunjuk oleh pengembang, tapi biayanya bakal dibebankan ke kamu. Besaran biaya notaris enggak sama semuanya, tergantung pada lokasi perumahan dan notaris yang jadi rekanan bank.

4. Biaya Administrasi & Appraisal

Besaran biaya administrasi serta appraisal KPR bakal berbeda di setiap bank. Ada yang hanya mengenakan biaya administrasi, ada juga yang membebankan keduanya pada kreditur. Siapkan saja uang kamu untuk membayar biaya administrasi dan appraisal ini, ya.

5. Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Siapkan 1-5% dari harga rumah yang kamu beli buat biaya BPHTB. Dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2000, pemerintah menurunkan biaya BPHTB menjadi 1%. Tapi, belum semua pemerintah daerah menurunkan biaya tersebut. Jadi bisa saja biaya yang dikenakan di satu daerah berbeda dengan daerah lainnya.

Setelah menyiapkan biaya-biaya di atas, sekarang waktunya kamu buat mencari bank yang memudahkan kamu saat mengajukan KPR dan memberikan bunga kompetitif yang relatif stabil, seperti KPR BCA. Penasaran ada promo apa bulan ini? Cek langsung di tautan ini untuk informasi dan promo terbaru dari KPR BCA.