Demi Pergaulan, Milenial yang Rela Berutang Naik 9 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi

Entah diksi apa yang cocok untuk menggambarkan fenomena ini. Generasi milenial disebut tengah dilanda tren berutang.

Berdasarkan riset Credit Karma, 48% milenial rela berutang demi pergaulan bersama teman-teman. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, sumber yang sama melaporkan persentase milenial yang berutang demi gaya hidup tercatat 39 persen.

Dalam penjelasannya, milenial disebut cenderung melakukan pengeluaran tak terkendali. Sayangnya lagi, mereka berutang karena tekanan sosial supaya bisa bergabung bersama teman-temannya yang lebih mapan.

Sebut saja mulai dari nongkrong di restoran atau kafe mahal, ikut-ikutan belanja barang bermerek yang sebenarnya tak mampu mereka beli, rela ke konser musik tanpa perencanaan keuangan, hingga jalan-jalan ke luar negeri tanpa menabung terlebih dahulu. Dari riset yang sama, 47% milenial merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol pengeluarannya.

Akibatnya, generasi milenial pun tidak memiliki ruang gerak dalam mengatur keuangan. Tiap bulan, mereka jadi tekor dan saldonya kering kerontang.

Duh, amit-amit deh ya. Jangan sampai hal ini terjadi sama kamu. Untuk itu, sudah seharusnya kamu mulai memperketat pengeluaran. Ikuti langkah-langkah ini yuk.

Bikin skala prioritas

Skala prioritas keuangan bulanan sangat penting, bukan hanya bagi first jobber. Kamu harus mulai membuat perencanaan keuangan dari yang terpenting hingga yang tidak. Misalnya, pengeluaran rutin harian seperti makan dan transportasi, serta tagihan bulanan harus kamu sisihkan lebih dulu. Setelah itu, kamu bisa alokasikan gajimu untuk keperluan lain.

Paksakan menabung dan berinvestasi

Kamu harus mulai menyisihkan gajimu untuk menabung dan berinvestasi dari sekarang. Enggak usah besar-besar dahulu. Mulai kecil-kecilan juga enggak apa-apa. Selain menabung, kamu bisa berinvestasi seperti reksa dana di WELMA milik BCA. Sebab baru di sinilah kamu bisa berinvestasi lewat genggaman smartphone.

Hidup sehat

Kesehatan merupakan aset. Dengan menjaga kesehatan, kamu turut menjaga masa depanmu. Kamu bisa mulai menerapkan pola makan seimbang dan cukup minum air putih.

Oh ya, kamu juga harus rutin berolahraga. Selain menyehatkan, olahraga bisa menghilangkan stres pekerjaan. Pola hidup sehat juga membantumu untuk meminimalisasi pengeluaran karena sakit. Tapi tetap, kamu harus sisihkan dana, minimal 5% dari gaji, untuk kesehatan.

Sisakan dana untuk hiburan atau traveling

Hiburan atau traveling bisa melonggarkan otot-otot kamu yang menegang karena pekerjaan. Makanya, anggaran untuk hiburan atau jalan-jalan tetap kudu disiapkan. Kamu bisa simpan 5-10% gajimu untuk hiburan dan jalan-jalan.

Batasi buka aplikasi-aplikasi e-commerce

Belanja sih boleh-boleh saja. Masalahnya, kalau tidak dikontrol, kamu bisa saja ugal-ugalan belanja. Apalagi, platform e-commerce suka menawarkan promo menggiurkan. Cara paling aman untuk menekan belanja berlebihan dengan membatasi membuka aplikasi e-commerce. Kamu bisa buka kalau memang ingin membeli barang yang benar-benar dibutuhkan.

Mulai konsisten catat keuangan bulanan

Di era digital seperti sekarang ini, mencatat keuangan jauh lebih mudah. Banyak aplikasi-aplikasi mobile bisa digunakan mencatat keuangan. Kamu bisa mulai mencatat pengeluaran bulananmu melalui aplikasi-aplikasi itu. Yang paling penting adalah menjaga konsistensi selama membuat catatan keuangan bulanan. Catatan ini akan penting untuk membuat perencanaan di bulan berikutnya.

Dengan cara-cara tadi, dijamin kamu bebas tekor menjelang akhir bulan. Kamu pun bisa punya tabungan untuk masa depan. Yuk, mulai mencoba.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.