Dengan Menyisihkan 15 Persen Gaji, Kamu Sudah Siap Menikah

Ilustrasi
Ilustrasi

Kata orang, menikah itu harus melalui pemikiran panjang. Segala pertimbangan, termasuk biaya pernikahan harus disiapkan secara matang.

Hal itu benar adanya lho. Biaya memang jadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh bagi banyak orang dalam mengambil keputusan. Malah ada yang gara-gara melihat besarnya biaya vendor pernikahan, sampai membuatnya mengundur-undur waktu menikah.

Soal waktu menikah, itu semua memang kembali lagi ke masing-masing individu. Namun bagi kamu yang punya target menikah di usia tertentu, ada cara yang menarik nih untuk mengumpulkan uang yang bisa kamu coba. Apalagi kalau kamu baru merintis karier dan pendapatanmu belum seberapa.

Mau tahu bagaimana caranya? Yuk simak cara berikut ini.

1. Sisihkan 15 persen gaji selama tiga tahun

Katakanlah kamu punya target menikah di usia 25 tahun. Kalau kamu baru lulus di usia 22 tahun, itu artinya kamu punya tiga tahun untuk menabung. Nah, berapa banyak yang harus kamu tabung?

Misalnya penghasilan kamu sesuai dengan UMR Jakarta, yakni sekitar Rp3,8 juta, lalu paket pernikahan kamu sebesar Rp75 juta, berarti sisihkanlah gajimu sebesar 15 persen selama tiga tahun. Jumlah segitu sudah bisa menutupi kebutuhan catering dan gedung lho.

Tidak percaya? Yuk kita hitung bersama.

15% x Rp3,8 juta: Rp570 ribu.

Rp570 ribu x 36 bulan: Rp20.520.000

2. Ajak Calon Pasangan Mengumpulkan Uang Bersama

Menikah adalah keputusan bersama. Jadi segala sesuatunya akan lebih baik bila diatasi bersama, termasuk soal mengumpulkan biaya pernikahan. Menggabungkan tabungan untuk menikah tentu akan lebih ringan, bukan?

Nah, anggaplah penghasilan kamu berdua sama dengan hitungan di atas. Artinya:

Rp20.520.000 x 2: Rp41.040.000

3. Sisihkan Biaya Pacaran untuk Tambahan

Kalau sudah komitmen untuk menikah, cobalah untuk mengurangi dana pacaran untuk tambahan biaya nikah. Hasilnya lumayan, lho.

Begini, misalnya dalam sebulan kamu dan kekasih selalu menonton bioskop, makan di restoran, dan jalan-jalan di akhir pekan. Sebut saja, dalam sebulan kalian menghabiskan Rp1 juta. Nah, cobalah untuk menguranginya hingga Rp500 ribu per bulannya.

Rp500 ribu x 36: Rp18.000.000

Rp18.000.000 + 41.040.000: 59.040.000

4. Penghasilan Tambahan

Nah, sudah hampir tertutup kan biaya pernikahannya? Untuk menggenapi kekurangannya, kamu bisa melakukan beberapa cara, misalnya mencari penghasilan tambahan. Untuk hal ini kamu bisa melalukannya sendiri atau bersama-sama dengan pasangan. Salah satu contohnya adalah bisnis.

Mungkin sebagian dari kamu akan berpikir bisnis adalah cara yang aneh. Namun jika kamu berdua bisa menjalaninya, bukan tidak mungkin kalian akan mendapatkan tambahan biaya. Dengan jumlah di atas, artinya dalam tiga tahun kamu tinggal memerlukan Rp15 jutaan. Ini berarti kamu hanya perlu penghasilan tambahan sebanyak Rp5 juta per tahunnya. Optimistis?

Memang, hitung-hitungan biaya pernikahan kadang kala tidak sesuai rencana di atas kertas. Ada saja hal yang kurang dan membutuhkan biaya lagi. Namun paling tidak, kamu dan pasangan sudah memiliki modal yang cukup besar dan tidak memberatkan kedua orangtuamu.

Nah, terlepas dari hitung-hitungan tadi, kamu juga bisa kok mendapatkan uang dengan melakukan pinjaman personal ke bank. Apalagi caranya sekarang mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Penasaran? Coba klik tautan ini ya.

Yuk, buat orangtua dan calon mertua bangga pada kamu karena sudah bisa bertanggung jawab pada keuangan.