Di Usia 30-an, Kamu Sudah Harus Tinggalkan Dosa Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Banyak yang beranggapan kalau usia 30 tahun adalah usia dewasa. Saat sudah menginjak usia kepala tiga, kita diharapkan untuk tidak lagi memikirkan apa yang terjadi hari ini saja, tapi sudah harus memikirkan masa depan.

Di usia 30-an, kita juga dituntut harus sudah berani ambil keputusan. Tidak lagi sekadar berdiam diri menerima keadaan.

Hanya saja memang, move on dari kebiasaan buruk tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit dari mereka yang masih melakukan kesalahan-kesalahan yang harusnya tidak lagi dilakukan.

Apa saja sih kesalahan itu? Yuk simak ulasan berikut ini.

Melupakan hasrat.

Seringkali mereka yang berusia 20-an menerima pekerjaan yang sebenarnya bukan gairahnya (passion) atau hasratnya, tapi karena sekadar tahu pekerjaan itu. Ketika masuk usia 30, mereka sudah kecanduan gaji bulanan serta merasa aman dan nyaman dengan pekerjaannya. Lama-kelamaan passion saat mereka muda menguap dari ingatan dan tidak terwujud.

Memprioritaskan karier di atas keluarga dan kawan.

Hidup tidak cuma untuk bekerja. Hidup juga untuk membuat kenangan, menjaring hubungan yang bermakna dengan banyak orang. Kian usia bertambah, kian sulit membuat hubungan bermakna.

Mengabaikan kesehatan.

Sehat itu utama. Jangan sampai ketika masuk usia 30 tubuh tidak lagi sehat dan sering merasa cepat lelah. Rutinlah berolahraga agar badan tetap bugar dan bisa terhindar dari berbagai pernyakit berbahaya.

Kehilangan kesempatan untuk memiliki anak.

Karena terlalu sibuk mengejar karier, keinginan untuk memiliki anak akhirya tertahan. Beberapa kasus menunjukkan perempuan menyesal memiliki anak ketika usianya di akhir 30-an dan jelang 40. Tidak hanya sulit hamil, si ibu juga punya waktu terbatas untuk melihat anaknya tumbuh dewasa.

Tidak menghabiskan waktu dengan orangtua.

Menghabiskan banyak waktu di luar rumah membuat mereka tidak memperhatikan orangtua, sekali pun mendengarkan cerita keseharian mereka. Kadang mereka lupa bahwa orang tua semakin bertambah tua dan butuh perhatian lebih besar.

Tidak membangun landasan keuangan untuk masa depan.

Berpikir bahwa masa pensiun masih lama, sekitar 20 tahun lagi, sehingga dana pensiun tidak perlu disiapkan sedari awal bukanlah pikiran tepat. Dana pensiun memang baru terasa manfaatnya ketika kamu pensiun. Sisihkanlah sebagian pendapatanmu untuk dana pensiun, juga untuk investasi lain seperti emas.

Berhenti bersenang-senang.

Hanya karena kamu tidak lagi di usia 20-an, bukan berarti kamu menyerah dalam menikmati hidup. Kalau hidup hanya untuk mengejar uang, yang terasa nanti hanyalah ketidakbahagiaan dan bersikap sinis. Pergilah nongkrong dengan kawan-kawanmu, makan bersama dan tukar cerita. Pergi kencan juga penting dilakukan.

Cobalah juga meluangkan waktu untuk liburan. Tapi liburan yang serius ya. Misalnya seperti jalan-jalan ke luar negeri atau destinasi lainnya yang ada di Indonesia. Kamu bisa memanfaatkan tabungan berencana seperti Tahaka di BCA. Dengan ini, rencana liburanmu bisa terlaksana.

Tak percaya? Coba deh klik tautan ini untuk menggali informasi lebih dalam soal Tahaka BCA.