Fitur Gojek yang Ternyata Penting Tapi Sering Kamu Abaikan

Ilustrasi
Ilustrasi

Tidak terasa, tahun 2019 sudah mau habis. Tentunya banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam setahun ini, termasuk dalam hal mengelola keuangan.

Sayangnya tak sedikit yang merasa kesulitan dalam mengelola keuangan selama 2019. Banyak rencana yang tidak tercapai, seperti rencana investasi, pendidikan, ataupun liburan.

Nah, sadarkah kamu hal itu terjadi karena di awal tahun 2019 lalu, kamu tidak membuat resolusi keuangan yang tepat? Selain itu kamu juga tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Ditambah lagi, kamu juga mungkin tidak terlalu banyak tahu soal berbagai instrumen keuangan yang bisa membantu mencapai resolusi tersebut.

Untuk itu, coba deh di tahun 2020 nanti, buatlah resolusi keuangan yang baik. Tapi sebelum membuatnya, evaluasi dulu keuangan kamu. Review kembali semua catatan, lalu analisa penyebab rencana-rencana tadi gagal.

Memang sih mengingat-ingat kembali apa saja yang sudah kita beli atau bayar tentu sangat sulit. Itulah mengapa kita perlu mencatatnya secara rutin.

Catatan transaksi sendiri bisa dalam bentuk macam-macam. Tergantung pada selera kamu masing-masing. Kalau butuh referensi, coba saja tengok fitur history Gojek. Kamu sebenarnya bisa belajar dari sini.

Sayangnya fitur di Gojek ini malah sering diabaikan orang. Padahal fungsinya sangat penting lho.

Mencatat aktivitas keuangan bisa seperti layaknya membuat buku harian juga. Seperti dilansir dari Insider Higher, catatan keuangan kita akan menjadi salah satu hal yang akan menuntun kita pada peta kesuksesan hidup.

Kebiasaan mencatat aktivitas keuangan bisa berdampak positif pada keuangan kamu. Kamu juga bisa lebih efisien dan belajar dari kesalahan serta kegagalan manajemen hidup.

Efisiensi ini bukan berarti pelit ya. Namun lebih dari itu, efisiensi adalah mengeluarkan sesuatu untuk tujuan yang jelas dan tepat guna.

Ya, tujuan hidup sekali lagi hanya bisa dicapai dengan kedisiplinan menjalani rencana keuangan. Baik itu yang ingin kamu miliki pada usia 30, 40, 50, ataupun tujuan lain seperti pendidikan anak dan dana pensiun, semua baiknya dicatat dalam rencana kamu.

Sekali lagi, dengan adanya catatan, kamu jadi bisa membuat evaluasi. Nah, evaluasi sangat dibutuhkan setiap kali membuat resolusi keuangan. Yuk praktikkan.