Hanya Mampu Sediakan Uang Muka KPR 5%? Coba Ke Bank Ini

rumah pertama
rumah pertama

Pada awal Agustus 2018 nanti, Bank Indonesia mulai memberlakukan kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV). Artinya, untuk kamu yang berencana membeli rumah pertama, mimpimu semakin dekat menjadi nyata karena uang muka (DP) semakin terjangkau.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyambut positif kebijakan tersebut dan berencana menyasar nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) segmen menengah ke bawah. Kepada Tempo, Direktur BCA Santoso mengatakan, selama ini BCA menyasar nasabah KPR segmen menengah ke atas.

Sebab, rata-rata pinjaman KPR di segmen menengah ke atas hanya tiga sampai lima tahun sehingga rata-rata rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) cenderung kecil. Kini, dengan pelonggaran yang diberlakukan BI, BCA akan memberikan uang muka yang lebih rendah.

Santoso menegaskan, BCA tidak menyediakan produk KPR dengan uang muka nol persen. "Kami explore kemungkinan DP 5%, tapi hanya kerja sama developer-developer tertentu," kata Santoso.

Di sisi lain, Santoso bilang, BCA juga belajar dari pengalaman sebelumnya jika pertumbuhan KPR tak terkendali. Nominal KPR pada segmen menengah ke bawah diantara Rp250-500 juta, sedangkan menengah ke atas diatas Rp500 juta.

"Yang penting apakah orang punya kapabilitas bayar KPR. BCA akan melihat kapan nasabah buka rekening, rekeningnya aktif atau tidak, dan income nasabah tersebut," terangnya.

Santoso memperkirakan, portofolio KPR segmen menengah ke bawah BCA tidak akan besar. Artinya, tidak akan banyak berpengaruh pada rasio NPL di BCA. Saat ini, NPL KPR BCA di bawah 1% dan secara keseluruhan, BCA menargetkan pertumbuhan KPR sebesar 15% hingga akhir 2018.

Santoso menambahkan, untuk tahap awal, BCA akan memulai kerja sama dua atau tiga pengembang. Wilayah pertama yang disasar adalah Jabodetabek. Untuk kamu yang tertarik, bisa bersiap-siap untuk bertanya pada BCA untuk mengetahui pengembang mana yang akan menjadi mitra BCA tersebut.