Jahat, Milenial Diprediksi Tak Punya Rumah pada 2020

Ilustrasi
Ilustrasi

Generasi milenial disebut-sebut bakal makin susah memiliki rumah pada 2020. Naiknya harga-harga properti yang tidak sebanding dengan penghasilan mereka dinilai jadi faktor penyebabnya.

Prediksi ini berdasarkan hasil survei yang pernah dilakukan portal properti Rumah123.com. Meski terdengar "jahat", hasil survei itu pun tidak tanpa data dan alasan yang kuat.

Disebutkan bahwa pada 2020, hanya sekitar 5% kaum milenial saja yang sanggup membeli rumah secara tunai di Jakarta. Sementara sisanya 95%, sudah harus mencari di kota-kota penunjang ibu kota seperti Tangerang, Bekasi, Depok, bahkan hingga Bogor.

Generasi milenial adalah mereka yang lahir di sekitar 1980-an hingga 1990-an atau yang saat ini berumur dari 20-an sampai 37 tahun. Kebanyakan mereka yang berada di usia tersebut belum memiliki penghasilan yang memungkinkan untuk membeli rumah secara tunai.

Hitung-hitungannya seperti ini. Jika mereka sekolah hingga S1, berarti kurang lebih milenial baru bekerja penuh pada usia 22 atau 23 tahun. Rata-rata fresh graduate sekarang hanya bergaji single digit alias di bawah Rp10 juta. Kenaikan UMR sendiri rata-rata juga di bawah 10%.

Nah, properti punya kenaikan di atas itu. Data dari platform properti tersebut malah sampai 17% untuk rata-rata keseluruhan Indonesia. Rupanya jarak tersebut menjadi indikator milenial sulit memiliki rumah.

Masih dari sumber yang sama, harga rumah Rp300 jutaan kini sudah tinggal di luar Jakarta. Sementara rata-rata milenial sekarang bekerja di Jakarta dan membutuhkan akses cepat untuk ke kantor.

Pertanyaannya sekarang, akankah prediksi jahat tersebut menjadi kenyataan? Jawabannya tentu saja tidak sepenuhnya benar.

Faktanya milenial yang berhasil memiliki rumah terus bertambah. Meski bukan di Jakarta, mereka yang berusia di bawah 40 tahun masih bisa membeli rumah di area Bodetabek. Kebanyakan di antara mereka bisa membeli rumah karena adanya fasilitas KPR.

Saat ini banyak fasilitas KPR yang bebas kamu pilih. Nah, bagi kamu yang belum punya pilihan sediakanlah waktu untuk menambah wawasanmu soal KPR.

Ingat ya, dalam membeli rumah, jangan cuma memikirkan jumlah angsuran KPR-nya. Pertimbangkan juga biaya tambahan di luar harga beli rumah itu sendiri, seperti PPn, biaya peningkatan BPHTB, dan lainnya. Untuk kisaran harganya tidak dapat ditentukan secara pasti, karena tentunya beragam di setiap rumahnya, namun dapat dialokasikan sekitar 15–20 persen.

Untuk bahan pertimbanganmu dalam memilih, yuk klik tautan berikut. Banyak yang sudah jalan lho, tinggal kamu nih.