Kalau Jumlah Gaji dan Pengeluaran Sama, Sakitnya To The Bone

Ekspresi kalau gaji dan pengeluaran sama
Ekspresi kalau gaji dan pengeluaran sama

Gaji dan pengeluaran kamu jumlahnya sama? Duh pasti sakitnya mirip judul lagunya Pamungkas deh yang berjudul To The Bone. Sayangnya, tidak sedikit orang mengalami hal ini.

Buruknya gaya hidup membuat perencanaan keuangan seolah tidak ada artinya. Bahkan mau pakai rumus 50/30/20, 40/30/20/10, atau rumus lainnya, sudah susah masuk.

Lalu apa solusinya? Pertama kamu perlu mencari penyebabnya:

3 Cara Mencari Penyebab Gaji dan Pengeluaran Sama

1. Catat Pengeluaran Kebutuhan, Jumlahkan, dan Jadikan Persentase

Misalnya berapa untuk kebutuhan seperti makan dan minum, persediaan rumah tangga, transportasi, dan lain-lain. Berapa untuk tagihan seperti listrik, internet, air, sewa kontrakan/kos, dan semacamnya.

Lalu buat persentasenya. Misalnya gaji kamu Rp5 juta, lalu setelah pengeluaran kebutuhan dicatat jumlahnya Rp4 juta. Berarti pengeluaran kebutuhan kamu mencapai 80 persen.

2. Pisahkan Pengeluaran Keinginan, Jadikan Persentase

Yang termasuk dalam kelompok keinginan adalah jajan kopi, jajan burger atau lainnya (snack), langganan streaming untuk hiburan, dan semacamnya. Jumlahkan pengeluaran keinginan kamu dan jadikan persentase.

Misalnya tanpa kamu sadari, pengeluaran keinginan mencapai Rp1 juta, itu berarti persentasenya 20 persen.

3. Kesimpulan

Sampai di sini kita sudah mendapatkan penyebabnya. Pengeluaran kebutuhan kamu itu 80 persen (Rp4 juta). Lalu pengeluaran keinginan kamu 20 persen (Rp1 juta). Jadi totalnya Rp5 juta, sama dengan gaji kamu. Kalau ini dibiarkan, kamu akan selamanya tidak punya tabungan dan investasi. Apa solusinya?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.