Kesalahan Milenial dalam Mengatur Keuangan

Ilustrasi
Ilustrasi

Bisa mandiri secara finansial tentu menjadi idaman setiap orang, tak terkecuali bagi milenial. Alasannya sederhana, tentu kamu tidak mau seumur hidup dipusingkan dengan masalah keuangan, kan.

Perencana keuangan Brian Kuderna mengungkapkan bahwa banyak milenial yang kebingungan mencari waktu yang tepat untuk mulai menabung.

"Waktu yang tepat berarti secepat mungkin. Jika kamu belum mulai menabung, maka ini saat yang tepat untuk mengidentifikasi kebiasaan buruk keuanganmu dan segera memperbaikinya," ujar Kuderna.

Menurut Kuderna, ada beberapa kesalahan keuangan yang dilakukan milenial seperti yang dilansir dari CNBC.

Membiarkan Utang Kartu Kredit Menumpuk

Menggunakan kartu kredit secara teratur dan bertanggung jawab adalah salah satu cara efekrif membangun skor kreditmu. Riwayat kepatuhan bayar dan transaksi akan menentukan aplikasi kredit rumah maupun kredit kendaraan bermotor dikabulkan atau tidak.

"Sayangnya, sebagian besar milenial yang bekerja sama dengan saya susah payah melunasi utang kartu kredit," ungkap Kuderna.

Oleh sebab itu, jangan mengandalkan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jangan menggunakan kartu kredit untuk belanja berlebihan membeli barang yang tak dibutuhkan.

Tidak Punya Dana Darurat

Banyak milenial membuat kesalahan yaitu menabung untuk satu tujuan saja. Hasilnya, mereka kerap terlilit utang atau harus menarik dana dari tabungan lain. Dana darurat sendiri bisa menjadi pengamanmu apabila mengalami kondisi darurat keuangan, semisal penyakit atau kehilangan pekerjaan.

Belanja Setara Penghasilan

Bagi milenial hidup untuk saat ini terkesan lebih menarik dibandingkan merencanakan masa depan. Akan tetapi, kamu tidak akan mencapai kemerdekaan finansial jika selalu terjebak "inflasi gaya hidup" alias menaikkan belanja ketika penghasilan bertambah atau gaji naik.

Dengan sedikit mengencangkan ikat pinggang, kamu dapat menumbuhkan uang dan membelanjakannya untuk tujuan yang lebih penting, seperti membeli rumah, pensiun dini, melindungi kondisi keluarga, atau menyelenggarakan pesta pernikahan impian.

Tidak Peduli Kesehatan

Warren Buffett mengatakan bahwa manusia cuma punya satu jiwa dan raga sepanjang hidup. Jika kamu tidak merawatnya dengan baik selagi muda, sama saja seperti membiarkan mobil terkena hujan dan perlahan dimakan karat. Ketika mobil sudah berkarat, biaya perbaikannya lebih mahal.

Nah, cobalah kamu untuk lebih peduli soal kesehatan dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Kamu juga bisa memanfaatkan tunjangan kesehatan dari kantor untuk memeriksakan kondisi kesehatan serta mengetahui segala kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari.

Tidak Investasi di Pasar Saham

Investasi di pasar saham menjadi salah satu cara cepat untuk menumbuhkan uang yang kamu miliki. Jika kamu masih ragu untuk berinvestasi, kamu bisa menghubungi manajer investasi untuk memperoleh saran dan nasihat.

Dengan demikian, kamu bisa mengontrol berapa banyak uang yang sisihkan, persentase keuntungan ketika berinvestasi jangka panjang, dan bagaimana kamu menginvestasikan uang. Kamu bisa memulai dengan berinvestasi di reksa dana.

Nah, kalau kamu tertarik mau mulai berinvestasi untuk mengatur keuangan lebih baik melalui reksa dana di bank, kamu wajib membuka rekening dan menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk prosesnya.

Tenang, buka rekening sekarang gampang kok. Tidak perlu datang ke cabang pula. Cukup mengandalkan ponselmu, dalam beberapa menit rekeningmu sudah jadi. Coba klik tautan ini untuk panduan buka rekening secara online.

Jika sudah, klik tautan ini untuk memilih reksa dana yang tepat sekaligus mendapatkan Manajer Investasi yang berkualitas. Tahun 2020 saatnya berinvestasi.