Ketahui Ini Sebelum Pinjam Uang Online

Peer to Peer Lending
Peer to Peer Lending

Kini, selain dari perbankan maupun lembaga pembiayaan, ada perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang bisa menjadi alternatif. Keunggulan tekfin tentu pada proses yang cepat dan syarat yang mudah. Namun, amankah?

Kini, perusahaan dengan jasa peer to peer landing (P2P) memang sedang naik daun. Namun, Direktur OneShildt Financial Planning Budi Raharjo memberikan beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengajukan pinjaman seperti dikutip Kompas.com.

Tetapkan Tujuan Pinjaman

Saat meminjam uang, ketahui apakah pinjaman itu bersifat produktif atau konsumtif. Kemudian, pahami konsekuensi melakukan pinjaman, yakni bunga. Apalagi, bunga untuk P2P cukup besar, bisa mencapai 2% per bulan atau 24% per tahun.

"Jangan sampai setelah meminjam, pinjaman menjadi tidak produktif. Artinya, tidak menghasilkan keuntungan secara finansial," ujarnya.

Periksa Daya Cicil

Para perencana keuangan menyarankan, total utang atau cicilan produktif terhadap penghasilan adalah 30%-35%. Utang produktif adalah utang untuk menambah penghasilan seperti membeli mobil untuk disewakan.

"Namun, jika utang adalah untuk keperluan konsumtif, maksimal 15%," ucap Budi.

Pertimbangkan Kemampuan Arus Kas

Budi juga mengatakan, selalu lihat arus kas untuk kebutuhan sehari-hari. "Jika total penghasilan tak memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, alangkah tidak bijak untuk mengambil pinjaman karena bisa membebani arus kas rutin," saran dia.

Antisipasi Gangguan Mencicil

Hal ini terkait sebab-akibat mencicil. Misalnya, ada pengeluaran mendadak atau tak terduga yang bisa mengganggu kemampuan membayar. "Keterlambatan pembayaran bisa berdampak serius, dari denda hingga catatan buruk yang mengakibatkan sulitnya mendapat pinjaman lain di kemudian hari," tutur Budi.

Jangan Tergiur Kemudahan

Budi menyarankan, selalu pertimbangkan reputasi perusahaan penyedia pinjaman daring (online). "Kejelasan status hukum, manajemen dan daftar awas Otoritas Jasa Keuangan adalah hal penting karena terkait keamanan data dan perlindungan nasabah," pungkasnya.