Kunci Hemat Belanja Online dan Offline

Ilustrasi
Ilustrasi

Benarkah kebiasaan belanja berubah karena pandemi? Pertanyaan tersebut muncul dan mendasari sejumlah survei yang dilakukan akhir-akhir ini.

Menyambut dibuka kembalinya pusat perbelanjaan modern, banyak pelaku usaha ingin tahu, sudah siapkah masyarakat kembali ke mal? Pasalnya, salah satu survei yang dilakukan MarkPlus Inc justru menunjukkan adanya peningkatan tren belanja secara online.

Namun menurut Perencana Keuangan Prita Ghozie, pandemi korona sebenarnya tidak mengubah kebiasaan masyarakat untuk belanja. Sebab siapapun tetap butuh belanja, baik untuk kebutuhan dan lain-lain.

Namun memang, menurutnya, metode belanjanya ada yang sedikit berubah.

Masyarakat sekarang jadi lebih gemar belanja online. Selain karena adanya imbauan physical distancing, mereka juga banyak yang khawatir bisa tertular atau menularkan SARS Cov2 penyebab COVID-19. Lagian sejumlah mal dan pusat perbelanjaan saat itu memang tutup juga. Sehingga mereka pun mulai beralih ke online.

Nah, sekarang mal-mal sudah mulai buka kembali. Beberapa masyarakat ada yang mulai berbondong-bondong ke mal. Lalu apa yang harus kita lakukan?

“Tetap rencanakan segala sesuatunya,” demikian kata Prita.

Ya, perencanaan belanja di tengah pandemi seperti sekarang tentu jadi sangat penting. Kita harus menyiapkan perlengkapan menurut protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan lain-lain.

Kita juga dianjurkan agar sudah punya list belanja agar tidak terlalu lama di tempat umum. Daftar belanja ini pun memegang kunci penting agar kita bisa lebih hemat. Kita jadi bisa membatasi pengeluaran sehingga tidak merusak perencanaan keuangan lain.

Prita lantas mengingatkan kita pada fenomena panic buying beberapa waktu lalu. Pada awal pandemi masuk ke Indonesia, masyarakat cenderung membelanjakan uangnya secara berlebihan untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

"Statistiknya secara study-nya ada. Momen pertama itu rupanya pada peningkatan banyak pengeluaran rumah tangga. Kita banyak melakukan panic buying. Berakibat rumah tangga banyak melakukan pengeluaran sampai stok begitu banyak," jelasnya.

Saat itu, masyarakat juga lebih banyak beli berbagai macam alat-alat pelindung diri seperti masker hingga hand sanitizer secara berlebihan. Padahal, seharusnya pembelian termasuk kebutuhan pokok ini harus tetap direncanakan dengan baik.

Maka dari itu, perencanaan akhirnya menjadi kunci kamu bisa lebih hemat. Mau belanja ke mal, belanja secara online, tetap buat rencana dan batasi pengeluaran.

Namun seperti diimbau oleh pemerintah, jika memang tak mendesak, manfaatkanlah kemudahan berbelanja secara online. Selain bisa lebih praktis, kita juga mengurangi potensi penularan COVID-19 karena tidak keluar rumah.

Lagipula sekarang kamu tetap bisa pakai Kartu Debit untuk belanja online, kok. Soalnya Kartu Debit BCA Mastercard sekarang bisa digunakan untuk setiap transaksi di berbagai situs, aplikasi, dan layanan online.

Satu nilai lebihnya lagi, Kartu Debit BCA Mastercard punya fitur atur limit belanja yang bisa kamu kontrol lewat aplikasi BCA mobile. Sudah coba?

Gampang kok. Cuma tinggal buka BCA mobile di HP kamu, lalu ke “Akun Saya” kemudian, atur limit transaksi kartu debit.

Enak, kan? Sudah praktis, bisa dikontrol untuk save money pula. Karena memang belanja online itu harusnya enggak jadi bumerang untuk keuanganmu.

Dengan Kartu Debit BCA Mastercard, kamu jadi bisa lebih disiplin berbelanja.

Klik di sini untuk tutorial lengkapnya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.