Lagi Stres, Pekerjaan Malah Kelar? Ini Penyebabnya

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah merasa enggak lagi stres tapi pekerjaan kamu malah selesai? Nah, kita bahas yuk.

Stres memang bisa datang kapan saja. Saat bos sudah marah-marah, saat deadline sudah dekat, pokoknya banyak deh hal-hal yang bisa membuat kita stres.

Tapi lucunya, saat kondisi kian terjepit tersebut, kita malah dengan cepat menyelesaikan pekerjaan. Padahal pekerjaan yang kamu lakukan ini sudah diberikan sejak lama. Namun dengan alasan mood, kamu terus-terusan menundanya hingga waktunya menipis.

Terus apa sih penyebabnya?

Begini. Pertama kamu salah mengartikan stres. Banyak orang berusaha menghindarinya. Malah ada yang mendengar kata stres saja, orang langsung berpikir sesuatu hal negatif yang bisa berdampak pada mental atau kejiwaan.

Kamu enggak salah jika berpikir seperti itu. Tapi enggak sepenuhnya benar juga. Sebab dilansir healthline, stres itu enggak cuma mengeluarkan atau mengandung sumber negatif, tapi juga sumber positif. Nah yang punya sumber positif ini dinamakan eustress.

Eustress ini adalah sumber stres positif yang bisa memberikan respons serta dorongan motivasi pada kita untuk bekerja lebih keras. Itulah kenapa eustress bisa membantu kita menyelesaikan tugas atau mencapai target walaupun di luar logika kita.

Cara kerja eustress ini sebenarnya sama seperti jenis stres lainnya. Namun jenis stres ini meningkatkan sistem saraf pusat sehingga membuat kita lebih waspada dan sadar. Jadi enggak heran, ketika seseorang mengalami eustress maka orang tersebut akan lebih produktif dan banyak melakukan hal positif.

Sumber Negatif

Namun seperti disebutkan tadi, stres juga memiliki sumber negatif. Stres jenis inilah yang berbahaya dan harus diatasi.

Dilansir Inc-Asean, ada cara yang sangat sederhana untuk mengatasi stres. Cara itu adalah dengan meningkatkan literasi keuangan pada diri sendiri.

Pemahaman ini penting bagi siapapun. Litrasi keuangan akan membuat seseorang tahu apa yang penting untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

Sayangnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah mengungkap, 70% masyarakat Indonesia memang sudah menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun, hanya 30% yang sudah paham keuangan.

Jadi, jumlah orang yang paham pentingnya menabung dan investasi untuk kesejahteraan masa depan masih terbatas. Lalu apa hubungan dengan stres?

Begini. Paham tujuan dan pengelolaan keuangan akan membuat seseorang lebih santai menjalani hari sehingga tak mudah stres. Sebab, dia tahu sudah membuat perencanaan dengan baik untuk meminimalkan kegagalan dan menjauhkan diri dari utang.

Paham konsep dasar literasi keuangan juga akan membuat hidup lebih fokus mewujudkan cita-cita. Makanya, kamu juga tidak akan mudah membuang-buang waktu dan uang untuk hal tidak bermanfaat.

Maka dari itu, yuk tingkatkan literasi keuangan kita. Tumbuhkan kesadaran pentingnya menabung dan berinvestasi. Bingung mau investasi apa?

Intip solusi investasi di sini. Di sini kamu bisa pilih investasi yang cocok dengan karakter dan kondisi kantongmu.

Sekarang investasi juga makin gampang dengan adanya aplikasi kelola investasi dan asuransi WELMA.

Kenalan dengan WELMA di sini.