Membeli Hunian Pertama, Lebih Baik Rumah Baru Atau Bekas?

Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang. Tak heran jika banyak yang bekerja keras untuk mewujudkan keinginan untuk memiliki rumah idaman.

Meski tabungan sudah mulai terkumpul, membeli rumah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Mencari rumah yang sesuai dari segi desain, lokasi, serta harga jualnya merupakan tantangan tersendiri.

Selain faktor di atas, dilema yang sering dialami sebagian orang adalah memilih antara rumah baru atau bekas pakai. Namun, sebelum memutuskannya, kamu perlu mengetahui untung rugi membeli rumah baru dan bekas pakai terlebih dahulu.

Rumah bekas pakai

Dari segi harga, rumah bekas pakai umumnya memang memiliki harga jual lebih tinggi. Sebab biasanya ada renovasi atau pembangunan yang sudah dilakukan. Namun pada dasarnya soal harga jual dan cara pembayarannya inidapat dibicarakan dengan sang pemilik hingga terjadi kesepakatan.

Rumah bekas pakai juga menawarkan kepraktisan bagi sang pembeli. Pertama, sertifikat biasanya sudah tersedia, sehingga kamu tidak perlu susah payah mengurusnya lagi. Kedua, fasilitas yang tersedia sudah lengkap, seperti air, listrik, telepon, internet, dan lainnya.

Terakhir, rumah bekas pakai biasanya terletak di perumahan yang sudah lama terbentuk, sehingga lingkungannya sudah lebih ramai dan memiliki ragam fasilitas pendukung, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga pasar.

Sebaliknya, ada juga beberapa kerugian yang mungkin terjadi saat membeli rumah bekas pakai.

Pertama, desain rumah yang mungkin tidak sesuai dengan seleramu. Kedua, kamu perlu memperhitungkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk perbaikan rumah, seperti memperbaiki kebocoran. Terakhir, kamu perlu mencari tahu riwayat rumah tersebut lebih detail.

Rumah baru

Rumah baru banyak dipilih orang karena desainnya yang kekinian dan dapat dipilih sesuai selera. Karena masih baru, kamu dapat bebas memilih lokasi rumah sesuai keinginan, misalnya apakah ingin rumah yang menghadap ke arah tertentu atau yang dekat dengan pos keamanan.

Selain itu, rumah baru biasanya mendapatkan garansi perbaikan dari pihak pengembang dalam jangka waktu tertentu. Sehingga saat terjadi kerusakan, kamu dapat menghemat biaya perbaikan karena masih ditanggung oleh pengembang.

Meski terdengar menarik, membeli rumah baru juga memiliki kerugian dan risiko tersendiri, sama seperti membeli rumah bekas pakai.

Pertama, karena baru dibangun maka harga jualnya relatif mahal. Kedua, rumah tidak bisa langsung ditempati karena harus menunggu serah terima dari pihak pengembang. Ketiga, fasilitas pendukung biasanya belum ada dan harus diurus sendiri, misalnya instalasi air, listrik, telepon, dan internet.

Terakhir, soal track record pengembang. Banyak kejadian pengembang 'nakal' yang menunda proses serah terima atau parahnya lagi membangun rumah tidak sesuai dengan spesifikasi awal yang dijanjikan. Jika sudah terjadi maka yang paling dirugikan adalah pihak pembeli.

Nah, itu dia untung rugi membeli rumah baru dan bekas pakai. Apapun yang jadi pilihanmu, kamu dapat membelinya dengan fasilitas KPR BCA sehingga terasa lebih ringan dan mudah.

KPR BCA menawarkan berbagai pilihan suku bunga dan fitur sesuai kebutuhan, angsurannya pun ringan dengan suku bunga floating rendah dan stabil. BCA juga banyak melakukan kerja sama dengan rekanan developer properti, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses transaksinya.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo klik tautan berikut untuk cari tahu informasi lebih lanjut untuk informasi lebih detail tentang KPR BCA dan segera wujudkan mimpi punya rumah.