Mengenal Mental Prokrastinasi, Biang Kerok Gagalnya Tujuan Keuangan

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah dengar istilah prokrastinasi? Sebenarnya ini bukan istilah keuangan, melainkan istilah dalam ilmu psikologi.

Sederhananya, prokrastinasi ini berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda. Nah, psikolog sering menyebut perilaku ini sebagai mekanisme untuk mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun.

Oke, kita hirup napas dulu sejenak untuk mencernanya. Lalu mari kita mulai lagi.

Schraw, Pinard, Wadkins, dan Olafson dalam sebuah jurnal edukasi psikologi berjudul "Doing the things we do: A grounded theory of academic procrastination”, menetapkan tiga kriteria agar suatu perilaku dapat dikelompokkan sebagai prokrastinasi. Ketiganya adalah harus kontraproduktif, kurang perlu, dan menunda-nunda.

Sampai di sini sudah tersentil belum? Lalu apa sih kaitannya dengan keuangan?

Dilansir dari The Guardian, tahukah kamu kalau banyak financial goals yang sudah disusun rapi gagal hanya karena punya mental prokrastinasi? Seperti disebutkan tadi, biasanya, mental ini cirinya adalah menunda-nunda rencana yang sudah ditetapkan. Misalnya, sedikit-sedikit menunda berinvestasi, menunda mengajukan KPR rumah, dan banyak lagi.

Kebanyakan mereka yang sering menunda-nunda ini berpikir bahwa suatu saat nanti mereka bakal bisa berinvestasi atau memiliki rumah. Masalahnya, waktu kamu hidup ini terbatas dan usia produktif pun terbatas. Jadi, jika terus-terus punya mental prokrastinasi, kamu bakal kehilangan momentum. Ujung-ujungnya, enggak punya apa pun di masa depan karena financial goals gagal tercapai.

Coba kamu enggak menunda berinvestasi. Pastinya saat kamu tua, kamu sudah punya tabungan lumayan banyak. Jaminan masa tua pun terjamin.

Sama halnya dengan tidak menunda mengajukan KPR. Semakin kamu menunda, harga rumah akan semakin mahal. Jika terus ditunda, bisa saja kamu sudah enggak bisa membeli rumah karena harganya mahal. Rugikan?

Nah, agar financial goals kamu tercapai, kamu bisa memulai mengubah kebiasaan prokrastinasi dengan mengikuti langkah-langkah ini.

Pikirkan Kerugian Materi jika Terus Menunda

Inflasi akan terus berjalan tiap tahun. Harga-harga segala komoditas, termasuk reksa dana atau emas untuk investasi, akan semakin naik. Menunda melakukan investasi berarti kamu bakal kehilangan kesempatan meraih timbal balik keuntungan lebih tinggi. Artinya, penundaan itu justru membuat kamu rugi secara materi.

Mulai sekarang, pikirkan kerugian-kerugian itu bila kamu ingin melakukan prokrastinasi.

Perfeksionis soal Rencana Keuangan

Kamu harus menjalankan rencana keuangan yang sudah kamu susun. Perfeksionis sungguh diperlukan dalam menjalankan rencana keuangan itu agar kamu tidak terbiasa permisif pada hal-hal yang enggak penting.

Misalnya, kamu sudah berkomitmen akan menginvestasikan 10% dari gaji kamu per bulan sejak pertama kali mendapatkan gaji, maka komitmen itu harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan kontinu. Jangan ditunda, apalagi permisif. Tetap berpegang teguh pada rencana agar financial goals kamu tercapai.

Pilih Satu Hari untuk Awal Baru

Awal baru punya efek untuk memotivasi orang agar bisa berubah menjadi lebih baik. Kamu bisa memilih hari untuk menekan tombol reset dan memperbaiki kebiasaan prokrastinasi. Kamu bisa memilih hari ulang tahunmu atau Tahun Baru sebagai awalan baru. Selama memulai awal baru, terus motivasi diri sendiri dan selalu berada di jalur yang sudah kamu rencanakan.

Yuk coba instropeksi diri lagi. Pasalnya prokrastinasi dapat mengakibatkan stres, rasa bersalah dan krisis, kehilangan produktivitas pribadi, juga penolakan sosial untuk tidak memenuhi tanggung jawab atau komitmen lho. Perasaan ini jika digabung dapat mendorong prokrastinasi berlebihan. Amit-amit deh ya.