Panduan Menghitung Zakat untuk Tabungan di Bank

zakat
zakat

Aturan menghitung besar zakat adalah harta yang kamu miliki sudah mencapai satu nisab. Satu nisab setara 85 gram emas. Jadi, bila kamu analogikan harga emas saat ini setidaknya Rp500 ribu per gram, maka satu nisab setara Rp42,5 juta.

Bila penghasilan atau hartamu lebih besar dari angka tersebut selama setahun, berarti kamu harus mengeluarkan zakat. Lalu, bagaimana menghitung zakat maal untuk harta yang diendapkan seperti tabungan di bank?

Berikut beberapa penghitungan zakatnya dilansir dari Republika dan beberapa sumber. Ketentuan dari zakat atas harta yang diendapkan ada empat. Pertama, sudah melebihi nisab.

Kedua, sudah dimiliki selama satu haul (satu tahun qomariyah) meski jumlahnya pernah berkurang. Ketiga, jumlah harta yang dikeluarkan untuk zakat adalah 2,5%. Aturan keempat adalah dikeluarkan pada akhir tahun kepemilikan.

Misalnya, kamu memiliki tabungan di bank senilai Rp200 juta sejak Ramadan tahun lalu. Tahun ini, kepemilikan hartamu sudah satu tahun sehingga wajib mengeluarkan zakat. Maka, kamu wajib membayar zakat sebesar Rp5 juta (2,5% dari nilai total Rp200 juta).

Di akhir periode ini, hartamu tinggal Rp195 juta. Bila pada Ramadan tahun depan harta ini masih ada, maka kamu kembali wajib mengeluarkan zakat lagi sebesar 2,5% dikali Rp195 juta.

Jumlah zakat yang wajib kamu keluarkan di tahun depan adalah Rp4,875 juta. Sudah paham besar zakat untuk tabunganmu di bank? Jadi, segera keluarkan bila sudah mencapai minimal satu tahun agar rezekimu semakin berkah.