Pantangan Terbesar Bagi Entrepeneur dalam Kembangkan Bisnis

Pantangan pengusaha dalam berbisnis
Pantangan pengusaha dalam berbisnis

Menurutmu, hal atau apakah yang paling penting dalam membesarkan bisnis? Sebagai entrepeneur, sikap dan cara pandang seperti apa yang perlu dijaga dan dipertahankan agar bisnismu terus bisa bersaing dan berkompetisi?

"Prinsip ketidaktahuan. Karena ternyata, kita begitu banyak tidak kita tahu. Kalau selalu merasa selalu tahu, kita mati," sebut Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono ketika sharing dalam BCA Young Community di Menara BCA, Jakarta.

Karena itu, sebagai entrepeneur, sebut Armand, penting untuk terus merasa bahwa tidak tahu apapun. Dengan merasa tidak tahu, kamu akan terus membuka diri untuk mempelajari banyak hal baru yang terjadi pada hal-hal baru yang terkait dengan industri bisnismu.

"Fakta-fakta yang tidak kita tahu itu kalau dikumpulkan bisa menjadi hal penting. Dengan melihat banyak fakta tersebut, kita jadi tahu lebih banyak dan lebih lengkap. Kesimpulan atau keputusan yang diambil bisa lebih baik," tambah Armand.

Kemajuan teknologi dan internet, sambungnya, membuat ketidaktahuan yang kamu miliki diminimalisasi. Ketidaktahuan dapat diketahui dalam waktu yang lebih cepat dan singkat. Dengan begitu, pemecahan masalah bisnis dapat ditentukan secara efektif dan efisien.

Di BCA misalnya, bank swasta terbesar di Indonesia ini, telah menerapkan teknologi berbasis big data analisis, cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligent). Dengan bantuan teknologi tersebut, masalah bisa diketahui dengan lebih cepat sehingga penyelesaiannyapun bisa lebih cepat.

"Di tahun 1980-an, ketika nasabah BCA baru 80 ribu misalnya, kami bisa mengenal semua nasabah kami. Pendataan juga bisa tanpa komputer. Di tahun 1990-an, nasabah bertambah menjadi sejuta dan terus bertambah. Ketika bisnis terus membesar, teknologi harus diterapkan untuk memangkas banyak kinerja rutin," tambah lulusan Stanford University ini.

Dengan menggunakan teknologi, katanya, kamu bisa memangkas banyak hal-hal rutin yang biasa dilakukan dalam menjalani bisnis. Di bisnis perbankan misalnya, kebiasaan pelanggan untuk menanyakan suku bunga tabungan, kredit atau nilai tukar rupiah, bisa dipangkas agar lebih efektif dan efisien.

BCA menggunakan teknologi chatbot VIRA berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Natural Language Process (NLP). Data-data yang didapat dari VIRA tersebut, juga bisa dianalisa dengan cepat dan akurat untuk menentukan kebijakan bisnis selanjutnya.