Penghasilan Berkurang? Anggaran Mana Dulu yang Dipotong?

Memotong anggaran dalam budgeting kerapkali terpaksa dilakukan. Tapi tidak bisa sembarangan.
Memotong anggaran dalam budgeting kerapkali terpaksa dilakukan. Tapi tidak bisa sembarangan.

Sebagian masyarakat harus menerima kenyataan pahit saat penghasilan atau gajinya terpaksa dipotong karena pandemi. Lalu bagaimana mengatur keuangan untuk bertahan? Anggaran mana dulu yang harus dipotong? Mari kita bahas.

Sebelum menentukan anggaran yang akan dipotong, kamu perlu membuat skala prioritas terlebih dulu. Sederhananya, membuat skala prioritas berarti mengurutkan aneka jenis kebutuhan dari yang terpenting hingga yang bisa ditunda.

Skala prioritas ini dapat memaksimalkan alokasi pendapatan. Selain itu, skala prioritas juga bermanfaat untuk menganalisis apa tindakan kamu selanjutnya.

Sekurangnya, ada 6 tahapan dalam membuat skala prioritas. Berikut tahapannya.

1. Catat Semuanya

Catat semua kebutuhan dan keinginan. Tidak perlu disortir, yang penting catat dulu semuanya jangan sampai ada yang terlewat. Penyortiran dilakukan setelahnya.

2. Urutkan Daftar Kebutuhan Paling Penting di Bagian Atas

Setelah semua tercatat, barulah susun dengan mengurutkan yang paling penting di bagian atas. Kamu bisa memilihnya berdasarkan biaya paling besar. Atau bisa juga berdasarkan kebutuhan paling mendesak. Misalnya bayaran sekolah, tagihan, dan lain-lain.

Beberapa perencana keuangan ada yang menyarankan meletakkan 3 prioritas utama dan 5 kebutuhan di bawahnya. Tujuannya, agar kamu tahu mana yang bisa ditunda atau bahkan dihilangkan.

3. Revisi

Nah, ini dia. Susunan di atas adalah prioritas sebelum gajimu berkurang. Sekarang, revisi urutannya. Revisi ini dilakukan setiap ada perubahan penghasilan. Baik saat penghasilan naik, maupun turun.

Nah, saat penghasilan turun, maka penyusutan kebutuhan terpaksa harus dilakukan, sekalipun hal itu bersifat penting juga tapi bisa ditunda.

4. Jangan Coret yang Menyangkut Kebutuhan Banyak Orang

Saat kamu dihadapi pilihan yang dua-duanya penting, pertimbangkan kebutuhan yang menyangkut orang banyak. Misalnya antara sewa/cicilan rumah dengan kebutuhan bayaran sekolah.

Dua-duanya penting, namun cicilan rumah bila ditunda menghasilkan denda. Sedangkan bayaran sekolah tidak.

5. Jangan Tambah Kebutuhan

Saat masuk tahap penyortiran, usahakan jangan sampai kamu malah menambah daftar kebutuhan. Hal ini justru bisa merusak rancangan yang dilakukan sejak awal.

6. Hitung yang Benar

Setelah itu, hitung semua biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi semua prioritas tersebut. Temukan selisihnya, apakah penghasilan kamu yang sekarang cukup atau kurang.

Bila kurang, tempatkan utang di prioritas terakhir. Jangan beralih ke pinjaman online, terutama yang ilegal.

Lakukan:
- Coret pengeluaran tak penting seperti langganan streaming, keanggotaan berbayar, dan lain-lain.
- Hematlah. Misalnya hilangkan kebiasaan jajan (kopi, rokok, vape), hemat listrik, hemat bahan bakar.
- Jual barang yang memungkinkan untuk dijual.

Sambil melakukannya, usahakan dapat penghasilan tambahan. Andalkan segala kemampuan dan sumber daya untuk mendapatkannya.

Itulah 6 tahap membuat skala prioritas dalam perencanaan keuangan di saat penghasilan menurun.

Mungkin kamu akan merasa kesulitan di awal, namun berpikir pendek apalagi dengan mengambil jalan pintas seperti berutang pada pinjol ilegal hanya akan merusak semua rencanamu.

Yuk lebih bijak lagi sambil mencari penghasilan tambahan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.