Pentingnya Memiliki Tujuan Sebelum Melakukan Investasi

investasi
investasi

Investasi tanpa tujuan, ibarat sayur asam kurang garam. Kamu tetap kenyang namun makan dengan tidak nikmat. Dalam investasi, justru tahu apa tujuan yang diinginkan di masa depan, akan membuat kegiatan investasi semakin bermakna.

Menurut Perencana Keuangan Finansialku.com Melvin Mumpuni, memiliki tujuan investasi juga akan menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan investasi, khususnya anak muda yang kini masih tidak benar-benar berani melakukan investasi.

Melvin mencontohkan, misalnya untuk tujuan mengumpulkan biaya pernikahan atau pembayaran uang muka (down payment/DP) kredit pemilikan rumah (KPR). Tujuan keuangan semacam itu bisa menjadi motivasi untuk berinvestasi.

Selanjutnya, anak muda bisa mulai meningkatkan pengetahuan mengenai produk-produk investasi untuk mengejar tujuan keuangan tersebut. “Mereka harus mencari tahu, untuk bisa meraih tujuan keuangan itu harus menggunakan produk investasi apa,” katanya seperti dikutip Kontan.

Namun, Melvin mengingatkan, di tahun-tahun awal bekerja, karyawan dari generasi muda harus segera berinvestasi. Sebab, jika sudah berada puncak karier, mereka tidak bisa coba-coba dalam melakukan investasi.

Jadi, lebih baik jatuh di usia awal, daripada sudah berada di puncak. “Usia di bawah 35 tahun harusnya sudah mulai investasi. Usia 35-40 tahun sudah masuk akselerasi. Sekarang waktunya belajar,” saran Melvin.