Perlukah First Jobber Mulai Menabung untuk Masa Pensiun?

Ilustrasi first jobber dan perencanaan pensiun
Ilustrasi first jobber dan perencanaan pensiun

Boleh jadi, ketika mendengar kata ‘pensiun’ sebagian besar first jobber enggan buat ambil pusing. Apalagi alasannya kalau bukan, ‘kan, kita masih muda’. Apakah kamu salah satunya?

Buat kamu first jobber ataupun yang sudah punya jam terbang tinggi di dunia profesional, mempersiapkan dana pensiun ternyata justru malah diharuskan sedini mungkin saat kamu sudah punya penghasilan bulanan. Tentu kamu tidak mau kan kalau harus terus bekerja seumur hidup demi membiayai kebutuhanmu di usia pensiun.

Untuk menjamin kehidupanmu dapat berjalan dengan layak seperti apa yang kamu jalani saat ini ketika kamu sudah tidak lagi bekerja, kamu perlu menghitung dana pensiun dan mempersiapkan sejak dini. Melansir dari Forbes.com, perencanaan pensiun adalah perencanaan keuangan yang didesain khusus dengan detail supaya kamu bisa membiayai kebutuhanmu setelah tidak lagi menerima gaji. Dalam perencanaan pensiun, biasanya juga akan dilihat bagaimana asetmu bisa “bekerja” untukmu di masa datang.

Pusing? Rumit? Tidak perlu ambil pusing, yang kamu perlukan sekarang adalah mengambil langkah nyata untuk mempersiapkan masa pensiunmu nanti. Mulai dari hal kecil, yuk.

1. Menyisihkan penghasilan secara berkala setiap bulan

Buat kamu yang menganut konsep YOLO (you only live once) saat menghamburkan penghasilan, perlu dicatat juga kalau kamu tidak akan bisa menarik mundur dan mengulang waktu untuk membuat perencanaan keuangan. Oleh karena itu, mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk mulai mengatur pengeluaran bulanan dari gaji yang didapat dan sisihkan secara rutin untuk kebutuhan persiapan pensiun kamu. Jangan sampai kamu menyesal di hari tua. Ingat, waktu tidak akan bisa diulang.

2. Melirik investasi jangka panjang yang pas

Untuk kebutuhan pensiun, kamu bisa mulai memilih instrumen investasi yang memberikan imbal hasil baik dalam jangka panjang. Saat ini, salah satu instrumen investasi yang tengah jadi pembicaraan adalah investasi saham. Untuk investasi saham, pilihlah perusahaan yang bisa kamu mengerti bisnisnya dan kamu yakin kalau dalam jangka 5-10 tahun perusahaan tersebut masih bisa bertahan.

Dari investasi saham, kamu bisa mendapatkan capital gain dan juga dividen (keuntungan perusahaan) yang mungkin bisa mencukupi kebutuhanmu jika kamu memiliki saham dalam jumlah cukup besar.

3. Siapkan usaha sampingan

Saat kamu mulai bisa mengatur keuangan, tidak ada salahnya untuk mencari celah usaha yang bisa kamu jadikan sampingan dan juga besarkan. Siapa tahu usaha yang kamu rintis bisa stabil dan besar sehingga bisa menjadi sumber nafkahmu di hari tua tanpa harus bekerja.

4. Cari aset

Langkah selanjutnya jika kamu sudah bisa mapan dalam keuangan, kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk mencari aset penting, seperti rumah, kendaraan, atau mungkin lahan kosong. Pastikan kepemilikan aset-aset tersebut sudah kamu selesaikan sebelum masa pensiun agar saat kamu tidak lagi bekerja, kamu tidak akan dipusingkan dengan kebutuhan membayar tagihan-tagihan dalam jumlah besar setiap bulan.

Masa pensiun adalah masanya kamu menikmati hasil jerih payahmu di masa muda. Nggak mau kan terus-terusan memikirkan tagihan dan bekerja dari pagi sampai malam seumur hidup? Yuk, mulai rapikan keuanganmu dan ambil langkah nyata untuk mempersiapkan masa pensiun.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.