Sebagai Anak Muda, Jangan Mau Didikte Gaya Hidup Atau Ingin 'Socially Correct'

investasi
investasi

Anak-anak muda masa kini (milenial) punya gaya sendiri dalam melakukan sesuatu. Sayangnya, ada kebiasaan buruk generasi ini yang harus diatasi, seperti terlalu mementingkan gaya hidup daripada masa depan.

"Anak zaman now selalu membandingkan hidup mereka dengan hidup orang lain. Mereka merasa harus keep up the lifestyle. Hal ini pula yang akhirnya mendorong diri anak muda ini agar selalu socially correct," kata Pendiri Perusahaan Rintisan Kincir, Giring Ganesha Djumaryo.

Di peluncuran penawaran SBR003, Giring melanjutkan, hal tersebut akhirnya membuat generasi muda ini lupa bahwa masa depan lebih penting dibanding harus mementingkan gaya hidup. "Orang tua saya selalu mengajarkan ini, jadi kita hidup sederhana dan mementingkan masa depan," katanya.

Era media sosial (medsos) juga memperparah kondisi ini. "Di zaman ini, masalah terbesar milenial adalah mereka lebih senang pamer di media sosial," kata Giring yang menyarankan bahwa ini sudah saatnya bagi anak muda untuk mulai mementingkan masa depannya.

Salah satu caranya adalah dengan mulai belajar melakukan investasi. Untuk urusan investasi, portofolio Giring terbilang sudah banyak. Ia juga tidak hanya meletakkan uangnya dalam satu 'keranjang' saja.

"Saya punya saham, reksa dana, emas, properti, dan surat utang negara (ORI). Kalau membicarakan investasi, tentu ini tidak hanya sekadar membicarakan kupon. Investasi itu penting untuk melawan inflasi. Jadi, untuk jangka panjang, kita bisa mendapatkan keuntungan luar biasa. Ini untuk masa depan keluarga saya dan anak-anak saya," paparnya.

Giring juga memberikan trik sederhana untuk investasi yang bisa kamu terapkan. Giring mencontohkan untuk kasus investasi ORI yang ia miliki. Tiap bulan, dari investasi ORI ini, Giring selalu mendapatkan kupon.

Agar keuntungan lebih maksimal, hasil kupon ini kemudian ia belikan instrumen investasi lainnya. "Ketika membeli ORI, kupon yg diberikan langsung saya belikan surat utang negara lainnya, jadi kita dapat compounding rate," katanya.

Salah satu Surat Utang Negara (SUN) yang direkomendasikan Giring adalah Savings Bond Ritel Seri SBR003. "Saya senang sekali dengan SBR003 ini karena prosesnya mudah. Dulu, untuk membeli SBR, prosesnya ribet, sulit dan saya selalu kehabisan. Kini, membeli SBR bisa secara online. Ini produk investasi zaman now sekali," katanya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengamini, pembeli ritel memang sering tidak dapat karena bank mengutamakan investor besar "Sehingga, investor yang kecil tidak mendapat jatah. Kalau SBR003 ini, siapa cepat dia dapat," kata Luky.

Selain untuk keperluan masa depan, Giring juga mengatakan, SBR003 juga bisa menjadi alat untuk membantu negara dalam membangun pendidikan dan infrastruktur. "Ini mulia sekali," pungkas Giring.

MORE FROM MY SITE