Sedia Payung Bila Terjadi Resesi

Infografik
Infografik

Sudah siapkah kamu bila Indonesia benar-benar mengalami resesi? Apa saja yang sudah kamu siapkan? Kita buat daftar ceknya yuk.

Seperti kata Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani, perekonomian Indonesia masih belum stabil. Terdapat beberapa kemungkinan, dan salah satu skenario terburuk adalah resesi. Nah, jika hal ini terjadi, pertanyaannya bukan sudah siapkah kita, melainkan: “apa yang harus dan bisa kita lakukan untuk menghadapinya”.

Hal ini enggak boleh kita remehkan, lho. Ahli-ahli ekonomi juga bilang kalau kita jangan menganggap bahwa resesi ekonomi hanya dirasakan oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas saja.

Sebab justru dampak buruknya bisa berimbas ke semua kalangan, mulai dari perusahaan besar, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sampai para karyawan. Artinya, kita semua perlu tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi resesi.

Lalu bagaimana caranya?

Seperti kata pepatah, kenali dulu musuhmu agar tahu cara menghadapinya. Jadi ya sebaiknya kamu terlebih dahulu mengenal berbagai dampak buruknya berikut ini.

Krisis global—biaya impor meningkat—pemasukan negara terhambat

Daya beli masyarakat menurun—risiko perusahaan bangkrut membesar

Perusahaan terancam bangkrut—pemutusan hubungan kerja—pengangguran

Pengangguran tinggi—UMKM sepi.

Dari rantai di atas, sekarang kita jadi tahu bahwa ujung-ujungnya resesi memang berdampak pada seluruh kalangan. Untuk kamu yang bekerja sebagai karyawan, waspadai PHK. Untuk kamu yang baru mulai buka usaha, hati-hati dengan daya beli masyarakat yang menurun. Dan lain-lain.

Jadi, haruskah kita panik?

Tenang. Jangan panik dulu. Kamu bisa melakukan beberapa cara ini untuk menghadapi resesi ekonomi secara tepat. Coba buat daftar cek. Sudahkah kamu:

1. Peningkatan Skill

Tak perlu diperdebatkan lagi, kamu harus punya skill lain untuk mengantisipasi PHK. Semakin banyak keahlian yang kamu miliki, semakin besar peluang kamu dipertahankan perusahaan atau dipekerjakan perusahaan baru.

2. Lunasi Utang

Segeralah lunasi utang dan kewajiban finansial lainnya. Dengan demikian kondisi finansial pribadi yang semakin sulit akibat resesi tidak semakin terbebani.

3. Rintis Bisnis Sampingan

Hal ini bisa kamu lakukan tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Bisnis sampingan bisa memberikan pendapatan tambahan untuk mendukung kondisi finansial, jadi jangan hanya bergantung pada gaji saja.

4. Dana Darurat

Menyiapkan dana darurat, tabungan, dan investasi yang jumlahnya memadai sudah jadi opsional paling masuk akal. Persiapan finansial yang matang tak akan mengganggu kebutuhan pribadi dan keluarga bila seandainya kamu harus menghadapi PHK atau risiko bisnis bangkrut.

Segera buat rekening khusus simpanan. Kamu bisa buka rekening baru via aplikasi BCA mobile di ponsel. Gampang kok, cuma beberapa menit saja.

Klik di sini untuk panduannya.

Atau biar lebih simpel lagi, buka Tahapan Berjangka di BCA saja. Sistemnya menggunakan autodebet sehingga langsung ditarik per bulannya sesuai jumlah yang ditentukan. Dengan suku bunga yang lebih tinggi dari tabungan biasa, kamu bisa lebih untung di akhir program nanti.

Penasaran sama Tahapan Berjangka? Klik di sini.

Apapun jenis simpanannya, kita sebagai generasi milenial memang dituntut untuk lebih sigap dan kreatif dalam menghadapi resesi. Jadi, jangan menyerah dengan keadaan ya. Fight dari sekarang. Sediakan payung bila terjadi resesi.

Cek infografik di atas.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.