Sering Diabaikan, Entrepreneur Muda Juga Harus Pikirkan Dana Pensiun

Ilustrasi
Ilustrasi

Dana pensiun itu enggak semata-mata penting baik pekerja kantoran. Kamu yang memilih berbisnis juga perlu menyiapkan dana pensiun.

Kalau bisa, sejak bisnismu mulai stabil, dana pensiun sudah jadi harus menjadi perhatian utama. Sebab, kamu enggak akan terus-menerus menjalankan bisnis.

Dana pensiun bisa jadi bekal kamu saat usiamu mungkin sudah 40-an atau 50-an. Di usia itu, bila kamu menyiapkan dana dari awal, kamu sudah bisa mendapatkan benefit tanpa memikirkan bisnis.

Bila seorang pekerja kantoran ada BPJS Tenaga Kerja, tentu bagi entrepreneur muda sedikit berbeda. Kamu harus punya strategi sendiri dan juga kemauan untuk mempersiapkan masa tuamu.

Mula-mula, kamu harus menentukan di usia berapa kamu mulai pensiun. Katakanlah, kamu berniat pensiun di usia 45. Nah, sedari usahamu mulai berjalan, kamu sudah menyisihkan keuntungan bulanan untuk mempersiapkan pensiun di usia tersebut.

Kamu bisa menggunakan instrumen investasi maupun asuransi dana pensiun. Untuk investasi, kamu bisa menggunakan reksa dana, obligasi, emas, maupun saham.

Pilih yang paling aman, legal, dan menjanjikan imbal balik keuntungan lumayan. Untuk reksa dana, kamu bisa gunakan instrumen reksa dana pasar uang. Di aplikasi WELMA, banyak sekali pilihannya kok dan sangat mudah untuk membeli.

Kamu bisa juga berinvestasi di saham. Kamu bisa membeli saham blue chip atau saham unggulan lewat BCA Sekuritas. Ingat, jangan beli saham gorengan untuk investasi jangka panjang ya. Bisa-bisa kamu malah rugi.

Investasi tersebut bisa menjadi penghasilan pasif saat kamu di usia pensiun. Instrumen investasi tadi juga sangat likuid. Kamu bisa dengan mudah mencairkan bila membutuhkan.

Selain berinvestasi, kamu juga bisa ikut asuransi dana pensiun. Misalnya, kamu bisa ikut asuransi RetirePlan dari AIA yang bekerja sama dengan BCA. Banyak banget benefit yang bisa kamu dapatkan dengan ikut asuransi RetirePlan tadi. Biaya premi bulanannya mulai dari Rp2 juta. Sangat terjangkau kan?

Jangan lupakan masa pensiun kamu ya. Jangan sampai kamu larut berbisnis, tapi lupa dengan masa tua.