Sering Diabaikan, Ini Cara Hemat Meski Tetap Jajan

Ini cara mudah agar tetap hemat meski tetap jajan
Ini cara mudah agar tetap hemat meski tetap jajan

Sejak kecil, kita tentu sudah diajarkan akan pentingnya menabung. Sayangnya, sebuah riset yang dilansir Fortune mengatakan kalau anak muda masih kerap bingung menentukan cara menabung.

Riset tersebut mengungkapkan 65 persen mengaku tak bisa menahan untuk tidak jajan. Sedangkan jajan diyakini adalah kebiasaan boros yang menyebabkan seseorang sulit menabung.

Pertanyaannya sekarang, adakah cara menabung dengan tidak menghilangkan kebiasaan jajan? Salah satu jawabannya yaitu dengan metode pembulatan. Apa itu? Kita bahas yuk.

Metode ini sebenarnya simpel. Setiap kali kamu jajan, terapkanlah metode ini.

Misalnya, kamu ingin jajan makanan baru yang harganya Rp26 ribu. Bulatkan jadi Rp30 ribu. Masukkan dalam catatan pengeluaran kamu bahwa kamu baru saja jajan Rp30 ribu.

Nah sisa Rp4.000 tadi kamu masukkan dalam tabungan sementara. Bisa berupa celengan atau lainnya.

Contoh lain misalnya kamu ingin jalan-jalan ke Bandung. Lalu estimasi liburan singkat kamu kira-kira Rp430 ribu. Maka bulatkanlah jadi Rp500 ribu dalam catatanmu. Kemudian masukkan Rp70 ribu kembaliannya ke dalam tabungan.

Jika hal ini kamu terapkan secara disiplin, tidak terasa “uang kembalian” kamu akan semakin banyak. Setelah terkumpul banyak, kamu bisa tabung di bank atau tukarkan dengan pecahan Rp50 ribu atau Rp100 ribu untuk setor tunai lewat mesin ATM.

Nantinya kamu bebas mau menyimpan uang tersebut di rekening khusus atau masukkan ke salah satu produk perbankan. Selain agar lebih aman, hal ini bisa melatih kamu disiplin dan menghindari uangnya terpakai secara sembarangan lagi.

Simpan dan Lupakan

Tapi agar treatment “menahan godaan” untuk tidak memakai uang tabungan ini berhasil, terapkanlah metode simpan dan lupakan. Andalkan produk perbankan seperti deposito, tabungan berencana, atau semacamnya.

Kenapa? Sebab produk perbankan seperti di atas memberikan imbal balik yang lumayan. Misalnya deposito.

Meski saat ini imbal baliknya sedang turun, yakni di sekitar 3-4 persenan per tahun, namun tetap lebih besar daripada tabungan biasa.

Proses buka rekening maupun penarikan deposito juga mudah. Bahkan saat ini kamu bisa melakukannya secara online.

Dana di deposito bisa dijadikan alternatif dana cadangan saat kondisi darurat. Ada banyak pilihan jangka waktu, bahkan bisa sampai 24 bulan.

Namun biasanya bank memang hanya menerima pembukaan deposito dengan jumlah minimal nominal tertentu, misalnya Rp5 juta dan seterusnya. Lalu ada penalti juga jika nasabah mencairkan dananya di luar jangka waktu yang diambil. Jadi pertimbangkanlah baik-baik.

Yuk kumpulkan kembalian uang jajan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.