Strategi Bikin Cicilan KPR Lebih Cepat Lunas

KPR
KPR

Bila saat ini kamu memiliki tanggungan berupa kredit pemilikan rumah (KPR), dan merasa mampu melunasi lebih cepat, sebaiknya mulai menyusun strategi. Namun sebelumnya melakukan refinancing, perhatikan hal.

Bunga

Pastikan skema KPR yang kamu miliki sudah jelas. Kebanyakan bank menerapkan bunga efektif ataupun bunga anuitas untuk KPR. Sedangkan bunga flat banyak diterapkan untuk produk kredit mobil atau kredit tanpa agunan.

Bila yang berlaku bunga anuitas, jangan kaget mendapati pokok utang KPR baru berkurang sedikit meski sudah mencicil KPR cukup lama. Bila demikian, sisa pokok utang yang harus kamu bayar untuk melunasi kemungkinan masih besar.

Sebab, dalam hitungan bunga anuitas, porsi pembayaran bunga dalam cicilan per bulan, jauh lebih besar dibanding pembayaran pokok utang. Sebaiknya cek lebih dahulu sisa KPR di bank.

Penalti pelunasan lebih awal

Kebanyakan bank akan memberikan penalti pada nasabah yang ingin melakukan pelunasan lebih awal. Besar denda pun beragam. Bisa 1% dari sisa pokok utang, bisa di atas angka tersebut. Pastikan kamu siap dengan konsekuensi itu.

Namun, bila kamu menggunakan KPR dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kamu bisa bebas penalti. Saat ini, BCA memiliki suku bunga spesial 5,88% eff.p.a fix 3 tahun tanpa pengendapan dana.

Jadi, kamu bisa mendapatkan KPR ini kapan saja, asal tenor KPR minimal 3 tahun. Setelah 3 tahun, bila kamu berniat melunasi KPR, maka BCA tidak akan memberikan penalti padamu.

Kondisi arus kas keluarga

Pelunasan KPR lebih cepat biasanya butuh dana besar. Maka, pastikan terlebih dahulu kondisi arus kas agar tidak terganggu. Manfaatkan dana di luar anggaran kebutuhan rutin keluarga bila ingin melunasi utang KPR.

Untung rugi nilai uang

Inflasi memengaruhi nilai uang. Beban cicilan saat ini misalnya Rp5 juta per bulan. Jumlah itu akan berbeda nilainya dengan Rp5 juta pada 2020 nanti. Inflasi akan membuat nilai uang menurun.

Ditambah lagi, bila nanti penghasilanmu naik, beban Rp5 juta dapat terasa lebih ringan. Selain itu, selama porsi beban cicilan utang tidak melebihi 30% dari besar pendapatan, sebenarnya kesehatan keuangan tidak bermasalah.

Demikian, boleh jadi keputusan melunasi utang lebih cepat sebenarnya kurang tepat. Jadi, pertimbangkan masak-masak.