Survei: Lebih dari 90 Persen Anak Muda Punya Tujuan Keuangan, Tapi...

Ilustrasi
Ilustrasi

Untuk kamu yang masih ragu berinvestasi, mungkin sudah waktunya untuk berpikir ulang. Pasalnya investasi memiliki fungsi penting dalam pengelolaan keuangan. Salah satu manfaat yang paling terlihat adalah dengan investasi kamu bisa mencapai kebebasan finansial.

Nah, survei Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka mengetahui perkembangan literasi dan inklusi keuangan masyarakat mengungkap hal positif. Tercatat lebih dari 90 persen anak muda memiliki tujuan keuangan.

Namun sayangnya, 69% diantaranya masih berupa tujuan jangka pendek seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan bertahan hidup. Sementara itu, hanya 12,6% yang sudah sadar pentingnya tujuan jangka panjang, baik untuk biaya pendidikan maupun persiapan hari tua. Hal ini tentu sangat berlawanan dengan keinginan mayoritas anak muda yang bertujuan mencapai kebebasan finansial.

Menanggapi hal tersebut, Perencana Keuangan Ligwina Hananto menilai anak muda perlu memahami konsep dasar perencanaan keuangan. Setidaknya, mereka perlu memahami pengetahuan dasar dalam mengatur arus kas (cashflow), menabung, dan investasi.

Ketika kamu sudah mulai memiliki penghasilan sendiri, artinya sudah saatnya pula untuk mulai merencanakan keuangan. Menurut Ligwina, kendala yang banyak dialami anak muda ini adalah belum bisa menabung secara konsisten.

"Setelah mendapat gaji, membayar kartu kredit dan tagihan, lalu tidak sabar menunggu gaji berikutnya. Atau, ada juga yang bisa menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung, namun kemudian terpakai lagi untuk memenuhi godaan seperti midnight sale, tiket pesawat murah, dan sejenisnya," katanya.

Sama halnya menurut Perencana Keuangan Pandji Harsanto. Ia mengatakan dengan investasi kamu akan lebih mudah mencapai tujuan keuangan di masa depan. Namun Pandji menyarankan, sebelum memulai investasi, kamu harus memiliki dana darurat terlebih dahulu.

Besar dana darurat ini idealnya adalah tiga sampai enam kali besar pengeluaran bulanan. "Kemudian disiplin menyisihkan sejumlah dana untuk investasi di awal. Misal, ketika tanggal gajian atau tiap mendapat bonus, ambillah sejumlah dana di awal untuk investasi, jadi tidak hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif," paparnya.

Agar disiplin, disarankan agar kamu memanfaatkan sistem autodebet dan autoinvest dari rekening setiap bulannya. "Selain mempermudah proses mewujudkan target masa depan, investasi juga berguna untuk masa pensiun agar tidak menjadi beban orang lain dan masih banyak manfaat lainnya," pungkasnya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.