Tanpa Disadari, 5 Kesalahan Milenial Ini Kerap Kamu Lakukan

Seorang wanita yang tampak menyesal
Seorang wanita yang tampak menyesal

Generasi milenial sering dianggap sebagai generasi yang lebih suka pada hal yang bersifat praktis. Generasi yang lahir sekitar 1981-1994 ini juga dinilai andal dalam hal teknologi informasi.

Namun saat bicara soal mengatur keuangan, generasi milenial dinilai punya kebiasaan yang kurang baik. Bahkan jika diteruskan akan berdampak buruk pada keuangannya.

Milenial juga sering mudah tergoda menghabiskan uang di luar kebutuhan utamanya. Kebanyakan pengeluarannya dipakai untuk hal yang bersifat konsumtif.

Nah, apa saja sih kesalahan milenial dalam mengatur keuangannya? Berikut di antaranya:

1. Tidak tahu ke mana saja uangnya lari

Ada sebuah riset di Singapura yang mengungkapkan hanya 63% kaum milenial yang punya pengeluaran sama dengan penghasilannya. Sedangkan 24% sisanya malah memiliki pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Dari jumlah tersebut malah banyak juga yang tidak tahu dengan pasti kondisi keuangannya.

2. Tidak tertarik belanja aset tetap

Milenial ternyata lebih suka menyewa dibanding membeli aset. Menurut mereka, menyewa bisa lebih efisien karena menghemat keuangan. Apalagi sekarang sudah ada jasa transportasi berbasis online.

Namun ini justru pemikiran yang salah. Jika alasannya adalah hemat, mengapa uangnya justru digunakan untuk pengeluaran berbasis pengalaman seperti liburan, konser, makan di restoran, dan lainnya. Padahal uang tadi bisa sangat bermanfaat untuk dialihkan menjadi pembelian aset investasi.

3. Tergoda promo

Dari mulai diskon, cashback, hingga cicilan 0% adalah hal-hal yang membuat milenial mudah terlena. Khusus penawaran cicilan 0% dan pinjaman dana tunai bahkan kerap digunakan untuk liburan, pembelian gadget, dan benda konsumtif lainnya. Semestinya, alokasi untuk kebutuhan berbasis pengalaman hanya 20% dari penghasilan. Namun jika untuk cicilan rumah, porsinya masih bisa sampai 30%.

4. Tidak menyiapkan dana pensiun dan investasi

Di mata sebagian milenial, pensiun memang masih lama. Katakan pensiun di usia 55 tahun, berarti mereka masih punya sekitar 20 tahun lagi. Padahal akan lebih baik jika mereka berinvestasi atau menyiapkannya dari sekarang.

Alokasi pengeluaran untuk investasi dana pensiun sendiri baiknya 6% dari penghasilan. Malah bila belum menikah, kamu bisa menyisihkan 15% dari penghasilan.

5. Menunda pembelian rumah tinggal

Ini juga kerap disalahartikan oleh milenial. Sebagian dari mereka menilai rumah belum jadi prioritas. Padahal harga rumah terus naik dari tahun ke tahun. Artinya, menunda-nunda membeli rumah hanya akan membuat harganya makin melambung tinggi.

Lain hal bila kamu sudah memiliki minimal untuk DP rumah. Dalam perjalanan melunasi cicilan, harga rumah tersebut terus beranjak naik dan asetmu semakin tinggi.

Nah, kebetulan ada kesempatan emas bagi kamu yang sedang mencari informasi terkait rumah. Saat ini Bank BCA sedang memberikan promo KPR dengan bunga 5,62% eff.p.a.

Selain itu, promo KPR BCA juga memberikan potongan 10% untuk biaya asuransi jiwa yang akan kamu perlukan saat mengajukan KPR. Pilihan tenornya pun beragam dan bisa disesuaikan dengan bujet dan kepentinganmu.

Yang juga paling penting, KPR BCA tidak mewajibkan nasabah untuk mengendapkan sejumlah dana di dalam rekening sehingga kamu tidak perlu menyiapkan bujet “ekstra” yang tidak bisa digunakan untuk melunasi kewajiban.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo klik tautan berikut untuk cari tahu informasi lebih lanjut tentang promo KPR BCA. Pasalnya promo ini segera berakhir di Mei ini. Yuk, segera wujudkan mimpi punya rumah.