Tips Agar Self Reward Enggak Kebablasan

Kamu kaya gitu gak?
Kamu kaya gitu gak?

"Mumpung masih muda, senang-senang saja dulu. Kita juga kan butuh self reward. Nanti kalau sudah puas, baru deh mulai nabung dan investasi."

Adakah di antara kamu yang berpikir seperti itu?

Sebenar-benarnya, enggak ada yang salah dengan self reward. Kamu berhak melakukannya karena sudah sebulan penuh kerja bagaikan kuda. Tapi akan jadi masalah kalau kamu enggak punya takarannya.

Takaran ini penting. Sebab pada faktanya, banyak anak muda yang kebablasan memberikan self reward kepada dirinya. Akibatnya, self reward overbudget, perencanaan keuangan pun berantakan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Batasi Self Reward

Sebelum memberikan self reward, cek dulu keuangan kamu. Tentukan dari awal berapa persen bujet self reward dari gaji bulananmu.

Misalnya gaji Rp5 juta, lalu setelah kamu bagi-bagi kebutuhan 40 persen (Rp2 juta), tagihan dan cicilan 30 persen (Rp1,5 juta), investasi dan dana darurat 20 persen (1 juta), berarti jatah self reward kamu 10 persen (Rp500 ribu).

2. Jangan Utang untuk Self Reward

Sebisa mungkin, hindari berutang untuk self reward karena sifatnya konsumtif. Utamakan utang/kredit untuk hal produktif, misalnya untuk membeli laptop, beli buku, atau buka bisnis kecil-kecilan seperti franchise, reseller, dan lain-lain.

3. Monetisasi Self Reward

Setiap orang memang punya cara sendiri-sendiri untuk bahagia. Tapi setiap orang juga punya peluang yang sama untuk menjadikan kebahagiaan jadi uang.

Misalnya, untuk yang wujud self rewarding-nya berupa travelling, sekalian saja bikin vlog, blog, atau hal-hal kreatif lainnya yang bisa diunggah di YouTube. Siapa tahu viral.

Untuk yang bahagia dengan shopping, kamu bisa sekalian buka jastip. Untuk yang senang masak, itu juga bisa jadi peluang bisnis. Begitu pula dengan mendaki gunung, koleksi make up, nonton film, olahraga, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

4. Self Reward di Waktu yang Tepat

Menggunakan momentum untuk self reward terkadang lebih menguntungkan. Misalnya saat ada promo, kamu jadi bisa lebih irit. Saat ada kondangan keluarga di luar kota, juga bisa kamu manfaatkan untuk self reward.

Itu tadi beberapa cara menjaga self reward tidak kebablasan. Sekali lagi, memanjakan diri untuk bersenang-senang tentu saja tidak salah. Asalkan tidak dipaksakan, tidak berlebihan, dan tidak merugikan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.