Yakin Uang Pensiun Cukup Rp1 Miliar? Enggak Kedikitan?

Cukupkah uang pensiun Rp 1 miliar?
Cukupkah uang pensiun Rp 1 miliar?

Dengan perencanaan yang baik, mendapatkan uang pensiun Rp1 miliar sebenarnya bukan hal yang mustahil. Asalkan kamu tahu caranya dan disiplin untuk mendapatkannya, maka tujuan keuanganmu yang satu ini akan terwujud.

Masalahnya adalah apa kamu yakin Rp1 miliar pada saat kamu pensiun itu sudah cukup? Apa enggak kedikitan?

Ambil contoh ilustrasi yang pernah disampaikan Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti.

Seorang pria bernama Andi adalah pegawai kantor swasta yang berusia 25 tahun. Biaya hidupnya sebesar Rp5 juta per bulan. Maka 30 tahun ke depan (usia 55), dengan asumsi inflasi 3,5 persen, biaya hidup Andi akan setara Rp14 juta per bulan.

Nah, jika usia pensiun Andi selama 30 tahun (55-85 tahun), maka kebutuhan dana pensiun yang diperlukan sebanyak Rp3,8 miliar. Berarti Rp1 miliar ternyata memang enggak cukup.

Apalagi Andi sendiri sebenarnya sudah menabung Rp1 juta per bulan. Artinya kalau dia konsisten pun, maka ia cuma dapat Rp360 juta di usia 55 tahun. Makin pusinglah Andi.

Memang, kata Emiralda, ada sumber dana pensiun lain yang bisa menambah uang pensiun kita. Misalnya dari BPJS Ketenagakerjaan seperti Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), lalu ada juga dana pensiun dari kantor untuk pegawai swasta atau Taspen dan Asabri untuk PNS dan POLRI/TNI.

Tapi menurutnya, semua itu tetap tidak cukup menutupi hingga Rp3,8 miliar tadi. Itulah kenapa semua perencana keuangan termasuk Emiralda menyarankan kita untuk berinvestasi. Sebab jika hanya menabung, dalam artian imbal hasil nol persen per tahun, maka dana yang dibutuhkan adalah sebanyak Rp10,6 juta per bulan.

Sedangkan jika berinvestasi, maka untuk memenuhi dana pensiun sebanyak Rp3,8 miliar pada saat usia pensiun 55 tahun, hanya dibutuhkan sebanyak Rp1,35 juta per bulan dengan asumsi imbal hasil 11 persen per tahun.

Nah, salah satu instrumen yang dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dana pensiun tersebut adalah investasi pasar modal. Instrumen ini punya potensi memberikan imbal hasil yang cukup tinggi untuk 30 tahun ke depan.

Selain menabung, cara lain untuk menambah uang pensiun adalah dengan memperkaya aset-aset aktif seperti surat berharga, properti, bisnis, dan lain sebagainya. Uang ini bisa bekerja untuk kamu alias menjadi passive income saat kamu sudah tidak lagi punya penghasilan.

"Kita beli aset aktif, harapannya aset tersebut bisa bekerja untuk kita karena bisa menghasilkan passive income. Misalnya rumah untuk dijadikan kos-kosan, kontrakan, tanah yang disewakan, hasilnya itu bisa untuk hidup di masa pensiun," terangnya.

Bagaimana menurutmu?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.