Yang Salah Tapi Sering Dilakukan Orangtua Muda Soal Dana Pendidikan Anak

Ilustrasi
Ilustrasi

Kalau diminta tiga kata yang menggambarkan soal pendidikan, kamu mau bilang apa saja?

Kami membuat survei kecil-kecilan yang melibatkan sekitar 50 milenial berstatus keluarga muda.Ternyata setelah dikumpulkan, ada tiga kata yang paling banyak dipilih mereka.

Ketiganya adalah pendidikan itu penting, pendidikan itu aset, dan pendidikan itu mahal.

Poin pertama jelas dan tak terbantahkan. Pahlawan kita, Raden Ajeng Kartini saja mati-matian memperjuangkan pendidikan agar bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Poin kedua pun idem. Kita sadar bahwa pendidikan tinggi banyak berperan menentukan masa depan. Meski ada contoh kasus yang sukses tanpa menikmati bangku kuliah, tapi secara probabilitas, mereka yang ada titelnya lebih bisa mendapatkan pekerjaan.

Nah, poin ketiga paling menarik. Pendidikan itu mahal. Coba siapa di antara kamu yang mau bantah? Enggak ada, kan? Karena memang pendidikan itu mahal, Sob.

Jika mau dicatat semua pengeluaran dari awal hingga tamat, tahu enggak berapa rupiah yang sudah orangtuamu keluarkan? Mulai dari SPP, ujian, biaya buku, biaya penelitian, biaya kerja kelompok, biaya membuat karya, makalah, proposal, kursus, studi banding, print, internet, sekolah online, dan masih banyak lagi, semua itu kalau ditotal pasti bikin kepala geleng-geleng deh.

Nah, jangan lupa, semua itu akan kamu alami saat menjadi orangtua seperti sekarang. Kamu akan menghadapi yang namanya kebutuhan pendidikan untuk anak.

Sebagai orangtua, kamu tentu ingin anakmu mendapatkan pendidikan terbaik dan setinggi mungkin, kan?

Oleh karena itu, kamu perlu banget mempersiapkan dana pendidikan anak sejak jauh-jauh hari, bahkan ketika anak belum lahir. Cara mengumpulkan dananya pun cukup banyak, bisa dengan menabung secara regular, mengikutik tabungan pendidikan, melalui investasi, dan banyak lagi cara-cara lainnya.

Namun, jangan hanya memikirkan caranya. Kamu juga perlu tahu kesalahan umum yang dilakukan banyak orang saat menyiapkan pendidikan anak. Dengan begitu, dana pendidikan anak dapat terkumpul sesuai dengan yang dibutuhkan.

Apa saja kesalahan tersebut?

Pertama, tidak membuat perencanaan keuangan. Kesalahan ini paling sering terjadi, karena orang menganggap hal tersebut tidak penting. Meski waktu persiapan pendidikan anak tergolong jangka panjang, bukan berarti kamu bisa bersantai-santai. Percayalah, tanpa perencanaan yang baik dana tersebut tidak akan pernah terkumpul.

Kedua, tidak memperhitungkan inflasi. Dana pendidikan anak dari tahun ke tahun pasti akan terus meningkat seiring dengan laju inflasi yang terjadi. Kamu boleh saja menjadikan dana pendidikan saat ini sebagai patokan, namun jangan lupa tambahkan dengan inflasi atau rata-rata kenaikan dana pendidikan per tahun ya.

Ketiga, tidak membuat rekening terpisah. Dana pendidikan merupakan tabungan atau investasi jangka panjang, maka sebaiknya rekeningnya juga dipisahkan dari rekening yang dipakai sehari-hari. Dengan begitu kamu tak akan tergiur atau kebablasan untuk menggunakan dana tersebut.

Keempat, kurang disiplin. Kurangnya motiviasi menabung akan membuat kamu jadi kurang disiplin, lho. Dana yang seharusnya mengalir ke rekening tabungan pendidikan anak, malah berakhir di rekening pribadi untuk dibelanjakan. Agar tetap termotivasi, kamu juga bisa mengajak anak untuk ikut menabung bersama-sama. Dengan begitu, kamu dan anakmu akan sama-sama berusaha untuk mencapai impian tersebut.

Terakhir, tidak berinvestasi. Meski sudah konsisten dan disiplin dalam menabung, kamu juga perlu investasi.

Namun untuk tahap awal, coba saja program tabungan berencana seperti Tahapan Berjangka di BCA. Kenapa BCA, karena setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan.

Mau menabung lebih juga boleh, karena kamu bisa menambah dana sewaktu-waktu saat ada uang lebih. Suku bunganya juga di atas tabungan reguler, lho. Lebih untung, kan daripada simpanan biasa?

Enaknya lagi, semuanya bisa dilakukan #diRumahAja.

Langsung klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA melalui KlikBCA.

Tapi ingat, yang penting pastikan dulu fitur finansial kamu sudah aktif.

Segera aktivasi KlikBCA kamu di sini.