Yang Wajib Kamu Lakukan Saat Beli Rumah Second (Bagian 1)

llustrasi
llustrasi

Kabar soal Anang Hermansyah yang ingin menjual rumahnya di bilangan Cinere cukup menyita perhatian publik. Pasalnya rumah mewah tersebut dibanderol hingga Rp200 miliar.

Sebagai publik figur, spontan saja keinginan Anang itu direspons warganet. Dari mulai kabar bahwa rumahnya angker, kemahalan, sampai kabar miring lainnya bak asap mengepul tak terkendali.

Terlepas dari itu, rumah berdesain Eropa dengan banyak pilar tersebut memang dilengkapi dengan banyak fasilitas seperti kolam renang dan halaman yang luas. Selain itu, lokasinya juga cukup strategis karena dekat dengan sarana transportasi massal, sarana pendidikan, serta akses jalan tol.

Nah, rumah dengan harga Rp200 miliar mungkin belum terpikirkan bagi milenial. Namun setidaknya, ada hal-hal yang bisa dipetik dari kabar ini, yakni bagaimana memilih rumah second (bekas) agar tidak menyesal di kemudian hari.

Maka dari itu, yuk simak tips aman memilih rumah second berikut ini.

1. Lokasi

Lihatlah lokasi rumahnya apakah ditunjang aspek pendukung seperti akses transportasi, jarak rumah dan lokasi kerja atau sekolah, serta tingkat kemacetan. Cari tahu juga apakah daerah tersebut rawan bencana atau tidak.

2. Usia Bangunan

Pastikan usia bangunan serta kondisi bangunannya masih layak. Hal ini memengaruhi harga jualnya lho.

Jika usia bangunan di bawah 10 tahun, berarti rumah tersebut terbilang baru. Lalu untuk usia bangunan 10 sampai 20 tahun, masuk dalam golongan sedang. Sedangkan jika usia bangunan sudah lebih dari 20 tahun, artinya tergolong bangunan tua. Semakin tua bangunan, semakin besar kemungkinan kamu harus renovasi rumah.

3. Lihat Lingkungan Sekitar

Selain bencana, pastikan lingkungannya juga aman dan nyaman. Kamu tidak mau kan kalau untuk pulang saja susah karena sering ada tawuran atau kejahatan? Lihat lagi apakah jalanan sekitar sudah cukup terang. Tak ada salahnya kok tanya penduduk sekitar.

4. Legalitas

Ini juga sangat penting. Amati betul setiap sertifikat rumah atau Surat Hak Milik (SHM), Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan bukti pembayaran pajak PBB. Pastikan lagi dengan benar nama yang tertera pada sertifikat SHM.

Jika sertifikat bukan atas nama penjual, kamu berarti harus cari tahu apa hubungan pemilik sertifikat dengan penjual. Sebab kamu juga perlu segera balik nama dari pemilik sebelumnya kan?

Saat mengecek sertifikat IMB, pastikan kalau luas bangunan telah sesuai dengan yang tertera di surat PBB. Cek berulang. Kalau ada yang janggal, sebaiknya segera diskusikan bersama notaris.

Kelengkapan dokumen legalitas ini juga memengaruhi harga jual rumah lho. Semakin lengkap, semakin sedikit yang perlu kamu urus.

Ada beberapa poin penting lagi yang harus kamu perhatikan saat ingin membeli rumah second yang aman. Klik tautan ini untuk lanjut ke bagian 2.