Yang Wajib Kamu Lakukan Saat Beli Rumah Second (Bagian 2)

Ilustrasi
Ilustrasi

Pada artikel bagian pertama, kita sudah disuguhkan 4 hal penting saat memilih rumah second yang aman. Nah, di bawah ini ada 3 poin penting lagi yang juga harus dilakukan agar tidak menyesal di kemudian hari.

5. Harga Pasaran

Meski penjual akan mematok harga, jangan langsung diterima begitu saja. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar daerah rumah tersebut. Dengan begitu kamu jadi punya wawasan saat akan melakukan proses tawar-menawar.

6. Kualitas Bangunan

Selain mengecek usia bangunan, lihat juga kualitas bangunannya ya. Pastikan secara detail ya.

Kalau perlu libatkan seorang kontraktor atau arsitek sekalian. Kalaupun mau lebih murah, tambahlah wawasanmu sedikit dengan membaca pengetahuan seputar bangunan yang penting untuk rumah. Atau kamu bisa klik tautan ini ya.

7. Konsultasikan dengan Bank

Jika kamu ingin membeli rumah bekas dengan KPR, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan bank. Tanya secara detail mulai dari cara dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR.

Carilah KPR yang paling sesuai dengan kemampuan finansial kamu ya. Jangan mudah tergiur bunga rendah saja. Sebab biasanya, bunga rendah akan membuat cicilan di akhirnya sangat tinggi. Pastikan apakah jarak antara bunga fix dan floating tidak terlalu jauh.

Kamu bisa memilih KPR BCA yang sudah terbukti tidak memberatkan. Coba deh klik tautan ini kalau penasaran.

Adapun soal persyaratan, umumnya yang harus kamu bawa dan lengkapi adalah Kartu Keluarga, KTP, Surat Nikah (jika ada), NPWP, slip gaji 3 bulan terakhir, Rekening tabungan 3 bulan terakhir, dan surat keterangan kerja.

Sementara untuk penjual, mereka harus menyiapkan fotokopi sertifikat SHM, IMB, dan bukti pembayaran PBB. Sedangkan untuk kedua pihak, siapkan juga surat kesepakatan jual beli rumah antara penjual dan pembeli dengan tanda tangan di atas materai.

Mudah, kan sebenarnya? Setelah semua itu dilakukan, kamu tinggal melewati berbagai tahap pembelian seperti melakukan proses appraisal dan tanda tangan akad kredit.

Dalam appraisal ini kamu akan menunggu proses pengecekan data kredit alias BI Checking. Di sini kamu atau penjual cuma tinggal menyiapkan biaya untuk proses appraisal-nya.

Umumnya, biaya tersebut bisa kamu bayarkan di muda atau setelah KPR disetujui. Hasil dari laporan dan survei appraisal ini bisa kamu gunakan sebagai bahan untuk menawar harga rumah bekas terhadap penjual lho.

Setelah itu tinggal selesaikan perjanjian dengan menandatangani akad kredit. Nah, di sinilah kamu juga perlu cermat dengan Surat Perjanjian Kredit (SPK) dari bank. Di sini biasanya berisi informasi baya-biaya kredit, besaran bunga, biaya penalti, dan penunjukan notaris yang akan mengurusi legalitas dokumen atas persetujuan debitur.

Wah, sudah enggak sabar, kan? Sudah punya pilihan rumah yang ingin kamu beli?