4 Hal Ini Menampik Anggapan Milenial adalah Traveller yang Buruk

Anak muda juga ada yang peduli kebersihan
Anak muda juga ada yang peduli kebersihan

Generasi Milenial adalah traveller yang buruk? Jangan dulu buru-buru setuju dengan pandangan tersebut. Sejumlah fakta menunjukkan generasi yang lahir dari 1980 sampai 2000 ini punya sisi positif dari gaya hidup jalan-jalan mereka.

Tentunya kamu juga pernah melihat, membaca, atau mendengar kisah-kisah inspiratif yang lahir dari para milenial, kan?

Misalnya cerita bagaimana seorang milenial gemar keliling dunia dan menjadi sukarelawan di daerah tertentu; kisah sekelompok milenial yang berjasa mengangkat suatu daerah terpencil hingga populer dan mendapatkan keuntungan pariwisata; kisah milenial yang menjadi kaya raya; dan banyak lagi cerita lainnya.

Beberapa fakta tersebut memang berjalan seiring dengan adanya fakta yang menunjukkan para pelancong milenial itu egois, hanya suka hal murah, dan sekadar terobsesi terkenal lewat media sosial. Setidaknya, pandangan yang melekat pada milenial tidak bisa dianggap general.

Nah, biar kamu semakin yakin, coba deh simak beberapa fakta kebiasaan milenial saat jalan-jalan yang dihimpun Smart-Money.co dari sejumlah sumber ini.

1. Milenial Peduli Pada Keselamatan

Fakta ini untuk menampik anggapan bahwa milenial cuma sekadar mengincar travelling yang murah. Kalau soal milenial sangat teliti dalam harga itu memang benar. Namun generasi ini pun tahu betul pada nilai keselamatan. Mereka tidak asal memilih akomodasi yang murah tapi tidak aman saja.

Hal ini diungkapkan dalam The Future of US Millennial Travel Report. Di situ ditunjukkan bahwa 57 persen milenial tetap menganggap keselamatan adalah faktor penting yang harus didahului sebelum indikator harga. Malahan dalam catatan perjalanannya, tidak jarang mereka berbagi tips kepada pembaca blognya bagaimana menjalani travelling yang aman ke daerah tertentu.

2. Demi Popularitas Budaya

Hal ini untuk menampik anggapan bahwa milenial melakukan perjalanan hanya sekadar untuk mempopulerkan dirinya. Jika kamu ambil sudut pandang lainnya, seorang traveller justru mengangkat budaya daerah tertentu yang notabene tidak diketahui banyak orang. Terlepas bahwa banyak milenial mengaku melakukan perjalanan karena ingin mencari jati diri, mereka juga melestarikan budaya dan mempelajari bagaimana orang di daerah lain bertahan hidup sebagaimana dirinya.

3. Agen Pariwisata

Ini untuk menampik anggapan bahwa milenial selalu memberikan kesan buruk di daerah lain. Sebab di balik itu, generasi ini kadang bisa membuka peluang pariwisata berkelanjutan.

Misalnya saat seorang milenial berfoto ria di daerah yang belum terjamah banyak orang namun punya pemandangan indah. Tidak jarang tempat tersebut malah menjadi spot populer dan melahirkan objek wisata instagrammable baru.

4. Berjiwa Kemanusiaan

Kita tahu bahwa tidak sedikit generasi milenial yang melakukan perjalanan sendirian atau solo travelling. Baik yang disengaja maupun tidak, mereka pun berbaur dengan masyarakat di daerah lain. Malahan ada juga yang menjadi agen perubahan atau relawan yang peduli pada keterbelakangan daerah tersebut.

Jadi bagaimana dengan kamu? Ingin menjadi milenial yang seperti apa?

Nah, kalau mau mewujudkan angan-anganmu menjelajahi dunia yang luas ini, yuk susun rencana dengan mempersiapkan semuanya. Jangan lupa siapkan tabunganmu ya, misalnya dengan mengikuti program tabungan berencana seperti Tahapan Berjangka yang ada di BCA. Sudah terbukti efektif lho. Klik tautan ini deh kalau penasaran.