4 Rekomendasi Buku dari Miliarder dan Pendiri Tatcha Beauty

Ilustrasi
Ilustrasi

Bagi perempuan, pasti sudah tidak asing dengan produk kecantikan Tatcha Beauty. Merek asal Negeri Paman Sam ini didirikan oleh Victoria Tsai pada 2009 di garasi rumahnya.

Meski begitu, Vicky enggak ujuk-ujuk mendirikan Tatcha. Bahkan, ia enggak punya bayangan akan menjadi pebisnis.

Ia keluar dari pekerjaan bukan untuk membangun bisnis seperti Jeff Bezos. “Aku berhenti bekerja karena ingin hidup lebih bahagia. Dan, akhirnya aku bertemu sesuatu yang membuatku lebih bahagia, yakni berwirausaha,” katanya seperti dikutip dari CNBC.

Vicky Tsai terinspirasi dengan kecantikan para geisha saat berkunjung ke Jepang. Saat itu, Vicky pergi ke Jepang untuk mengobati penyakit kulit yang ia idap. Lalu, ia mempelajari dan menerapkan cara-cara geisha Jepang mempertahankan kesehatan kulit dan kecantikannya.

Ternyata, rahasia kecantikan geisha itu berkat pemakaian produk-produk perawatan alami bebas paraben secara rutin. Dari situlah, Tatcha ini lahir.

Kelahiran Tatcha ini juga dramatis lho. Vicky harus menjual cincin tunangan sebagai modal mendirikan usaha.

Sepuluh tahun berselang, perusahaan yang dibangun Vicky dibeli oleh raksasa kosmetik, Unilever. Total transaksi penjualan mencapai US$500 juta.

Selama membangun Tatcha, Vicky selalu mengambil inspirasi dari membaca buku. Dari buku, ia bisa mempelajari kisah-kisah pebisnis lain dalam meraih kesuksesan.

Buku itu sudah seperti mentor bisnis bagi Vicky. Banyak kisah kegagalan dan keberhasilan pebisnis yang bisa dipelajari sehingga entrepreneur pemula bisa menghindari kesalahan sama dan mengikuti resep keberhasilan.

Nah, berikut ini empat buku yang direkomendasikan oleh Vicky untuk pebisnis newbie agar berhasil berbisnis.

Shoe Dog karya Phil Knight

Buku ini merupakan buku favorit Vicky. Shoe Dog bercerita tentang perjalanan Phil Knight dalam mendirikan Nike. Mulai dari kisah modal awal Nike yang hanya sebesar US$500 pada 1963, kesulitan-kesulitan, hingga menjadi perusahaan global dengan value sebesar US$15 triliun.

Buku ini juga direkomendasikan oleh Bill Gates. Shoe Dog, kata Bill Gates, sangat kaya dan inspiratif. Lewat buku ini, kamu bisa paham bahwa keberhasilan perusahaan kadang tidak sesuai yang dibayangkan. Banyak lika-liku, kesalahan, dan kejutan-kejutan.

Let My People Go Surfing karya Yvon Chouinard

Vicky menyebut, buku Let My People Go Surfing menjadi inspirasi saat membangun Tatcha. Lewat buku ini, ia sadar bahwa meningkatkan kapasitas dan ekspansi perusahaan harus secara bertahap. Bos perusahaan harus bisa mengontrol pertumbuhan. Buku ini juga mengajarkan Vicky soal filosofi membangun bisnis dan menjadi pengusaha yang punya kepekaan sosial.

Sedikit bocoran soal buku Let My People Go Surfing. Buku ini ditulis oleh pendiri merek outdoor kenamaan, Patagonia. Yvon dalam bukunya juga menceritakan filosofi perusahaan yang membebaskan pekerja dalam mengatur jadwal. Kebebasan ini makin meningkatkan kinerja pegawai dan ikatan perusahaan-pegawai.

Delivering Happiness karya Tony Hsieh

Buku ini banyak mengajarkan cara membentuk kultur perusahaan. Dari buku Delivering Happiness, Vicky menemukan bahwa kultur perusahaan harus dibuat berdasarkan pengalaman pegawai dan juga konsumen.

Menurut Vicky, perusahaan yang merekrut pegawai dengan kemampuan hebat tanpa memedulikan perusahaan dan konsumen justru akan mengalami kemunduran. Selain skill mumpuni, perusahaan harus merekrut pegawai yang memiliki rasa kemanusiaan dan kemampuan kerja sama. Dari situlah, kultur perusahaan yang baik bisa dibangun.

Pour Your Heart Into It karya Howard Schultz

Buku ini ditulis oleh pendiri Starbucks, Howar Schultz. Vicky menyebut, buku ini mengajarkan bahwa membangun bisnis juga bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

Ini seperti yang dilakukan Howard Schultz. Mulai tumbuh dari keluarga miskin, berhasil membeli perusahaan kopi di Seattle, hingga mempunyai 24 ribu gerai Starbucks di seluruh dunia. Starbucks kini pun memberi dampak positif untuk masyarakat di seluruh dunia lewat lapangan pekerjaan yang dibuka.

Menarik kan empat buku yang direkomendasikan Vicky Tsai? Kamu bisa membaca empat buku ini sebagai pemicu membangun bisnis. Rasanya, dengan membaca buku ini, kamu punya mentor-mentor bisnis kelas perusahaan global.