4 Tipe Pelanggar Lalu Lintas di Indonesia

Ilustrasi kamera lalu lintas
Ilustrasi kamera lalu lintas

Hari pertama penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kota Bandung langsung membuahkan hasil. Tak main-main, sebanyak 5.000 pelanggaran terjadi.

Ada berbagai macam pelanggaran. Mulai dari yang menerobos lampu lalu lintas, tidak mengenakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, dan lain-lain. Semua punya alasan masing-masing yang kadang-kadang terbilang kreatif.

Nah, berdasarkan tipenya, ada 4 tipe pelanggar lalu lintas di Indonesia. Apa saja?

1. Tipe Kepepet

Kebelet pipis, sakit perut, kejar setoran, istri mau melahirkan, dipanggil bos, dan segudang alasan lainnya biasanya digunakan pelanggar lalu lintas tipe ini. Pengendara yang kepepet ini biasanya lumayan paham dengan peraturan lalu lintas.

Tapi, karena alasan-alasan tersebut, para pengendara ini membenarkan dan memberanikan diri untuk melanggar peraturan lalu lintas. Tujuannya sih cuma ingin sampai di tempat tujuan lebih cepat.

2. Tipe Akamsi

Kamu pasti sering bertemu pengendara tipe akamsi alias "anak kampung sini". Karena merasa berkendara tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, tipe ini sering mengabaikan berbagai peraturan lalu lintas, seperti tidak memakai helm, bonceng tiga di motor, tidak pakai sabuk pengaman, dan semacamnya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.