5 Fakta tentang NFT, Aset Digital untuk Sebuah Karya Seni

Ilustrasi
Ilustrasi

Non-fungibel token atau NFT belakangan menjadi tren pembicaraan banyak orang. Jenis aset digital baru ini naik daun lantaran sering digunakan untuk transaksi karya seni.

NFT menjadi semakin menarik karena dapat membuat harga sebuah karya seni melambung tinggi. Ada yang bilang, NFT dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah pencurian karya digital.

Untuk memberi gambaran jelas mengenai apa itu NFT dan bagaimana cara kerjanya, simak beberapa fakta berikut ini:

1. Pengertian NFT

Dilansir Forbes, NFT adalah aset digital untuk merepresentasikan sebuah objek yang berwujud maupun tidak berwujud. Sejauh ini, kebanyakan aset digital NFT menggantikan objek seperti karya seni, musik, gambar, video, desain, dan semacamnya. Wujud NFT sendiri berupa aset digital yang dilengkapi dengan kode unik. NFT juga kerapkali disebut dengan istilah Crypto Art.

2. Sudah Ada Sejak 2014

NFT sebenarnya sudah ada sejak 2014. Sejak itu sirkulasi perdagangannya terus meningkat seiring makin banyaknya seniman digital yang menggunakan metode ini. Bahkan data dari DappRadar, penjualan NFT sudah menembus angka tertinggi yakni US$10,7 miliar atau sekitar Rp152 triliun pada kuartal III-2021. Nilai ini naik lebih dari delapan kali lipat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar US$1,3 miliar atau Rp18,5 triliun.

3. Contoh Penggunaan NFT

Umumnya, transaksi NFT digunakan untuk pembelian sebuah karya seni. Contohnya seperti yang dilakukan seniman AS bernama Mike Winkelman (Beeple). Ia baru saja menjual karyanya berjudul "Everydays - The First 5000 Days” yang berupa kolase sebanyak 5.000 gambar yang dibuat selama 13 tahun. Karyanya tersebut laku terjual dalam bentuk NFT dengan harga fantastis, yakni US$69.346.250 melalui rumah lelang Christie's.

Tak cuma karya seni, baru-baru ini Pendiri Twitter Jack Dorsey pun menjual Tweet Pertamanya dalam bentuk NFT dengan harga US$2,9 juta. Jadi NFT ini memang bisa menggantikan objek apa saja.

4. Sertifikat Kepemilikan Satu-Satunya

Bisa dibilang NFT ini seperti sebuah sertifikasi kepemilikan atas sebuah barang, baik yang berwujud maupun tidak. Satu NFT hanya untuk satu objek, sehingga memberikan nilai eksklusif dan membuatnya berharga mahal. Jadi misalnya Andi memiliki NFT dari Lukisan A. Maka jika ada orang lain mengaku juga punya Lukisan A, objek tersebut dinyatakan palsu.

5. Diperjualbelikan di Sistem Blockchain

NFT diperdagangkan lewat sistem blockchain, yang merupakan buku kas besar yang mencatat setiap transaksi di jaringan tersebut. NFT ini mirip aset mata uang kripto. Bedanya, kalau kripto bisa ditukarkan dengan uang, sedangkan NFT hanya bisa diperjualbelikan.

Itulah tadi 5 fakta tentang NFT yang jadi tren pembicaraan di kalangan seniman. Banyak orang masih tak percaya nilai sebuah NFT bisa sangat tinggi. Mereka skeptis bagaimana mungkin sebuah token bisa seharga ratusan hingga miliaran rupiah ketika pemilik cuma memiliki “kepemilikan” atas sebuah karya seni.

Pasalnya di dunia digital, seseorang bisa dengan mudah menduplikasi file entah dengan mengunduhnya, menyimpannya, atau mengambil screenshot. Namun justru itulah NFT dibuat. Aset digital ini diyakini dapat menjadi solusi pada tingginya pencurian karya digital oleh oknum-oknum yang tidak menghargai seni.

Bagaimana menurutmu? Tertarik membeli atau menjual sebuah karya dengan metode NFT?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.